BPBD Way Kanan Imbau Warga Pakai Masker Antisipasi Debu Vulkanik Anak Krakatau
- 07 Sep 2026 18:24 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau serta potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Way Kanan, Supriyanto, mengatakan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah menjangkau kawasan Kabupaten Way Kanan. Menanggapi situasi tersebut, pihak pemerintah daerah telah merespons cepat dengan menerbitkan kebijakan resmi.
"Bupati sudah mengeluarkan surat edaran terkait kesiapsiagaan dan kekeringan di Kabupaten Way Kanan," ujar Supriyanto, Senin, 7 September 2026.
Selain menerbitkan surat edaran, BPBD Way Kanan juga aktif melakukan kampanye dan sosialisasi mitigasi bencana melalui media sosial. Edukasi ini difokuskan pada imbauan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi dampak erupsi vulkanik maupun ancaman kekeringan.
Supriyanto meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas harian dengan mengedepankan protokol kesehatan dan keselamatan.
"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan selalu menggunakan masker apabila beraktivitas di luar rumah. Selain itu, mohon hindari tempat-tempat yang sudah dilarang oleh BPBD dan BNPB yang dianggap berbahaya, khususnya di wilayah pesisir Lampung," jelasnya.
Dampak fenomena abu vulkanik ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Wenny, salah seorang warga Way Kanan, menyebut ketebalan abu vulkanik sempat mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga sekitar.
"Abu vulkaniknya sempat cukup banyak dan terasa agak lengket di pipi. Debu-debu itu juga sempat masuk sampai ke dalam rumah dan warung," ujar Wenny.
Meski demikian, Wenny menyampaikan bahwa kondisi pada hari ini sudah menunjukkan tanda-tanda membaik seiring berkurangnya intensitas paparan abu.
"Alhamdulillah, hari ini sudah mulai mendingan dan abunya sudah jauh berkurang," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....