Erupsi Anak Krakatau, Penyeberangan Merak-Bakauheni Masih Normal

  • 06 Sep 2026 14:32 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, tetap berjalan normal pada Minggu pagi, 6 September 2026, meski sebelumnya terdampak sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Intensitas debu vulkanik pada pagi hari dilaporkan telah berkurang dibandingkan kondisi semalaman.

Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Trimoyo, mengatakan kondisi pelabuhan saat ini aman dan lancar. Arus kendaraan yang masuk maupun keluar pelabuhan juga terpantau landai dan relatif sepi.

"Keadaan pagi ini sudah lebih baik dari semalaman, opersasional kapal masih berjalan seperti biasa dengan Jumlah kapal yang akan dioperasikan sebanyak 31 kapal, 23 kapal di dermaga reguler dan delapan kapal di dermaga eksekutif dengan memastikan On-Time Performance (OTP) pada masing-masing kapal," ujar Trimoyo.

Ia menyebut, berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Pelabuhan Panjang pukul 07.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar Pelabuhan Bakauheni berawan. Angin bertiup dari barat laut dengan kecepatan 1 hingga 4 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,2 hingga 0,3 meter.

Kondisi arus laut bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan sekitar 0,6 hingga 1 meter per detik. BMKG menyatakan kondisi cuaca cukup aman untuk aktivitas pelabuhan dan mengingatkan agar perkembangan informasi cuaca tetap dipantau secara berkala.

Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Minggu pagi terpantau tertutup kabut dengan tingkat 0 hingga III. Asap kawah tidak teramati, sedangkan kondisi cuaca di sekitar gunung berawan hingga mendung dengan angin lemah ke arah barat laut.

Berdasarkan informasi pemantauan, erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Meski demikian, perkembangan aktivitas gunung api tersebut tetap menjadi perhatian dalam operasional penyeberangan di lintasan Merak–Bakauheni.

“Kami menghimbau pengguna jasa yang akan melakukan perjalan melalu lintasan merak - bakauheni tetap tenang dan tidak percaya hoax yang belum tentu kebenarannya, melindungi diri dari abu vulkanik dengan memakai masker, serta mengikuti informasi yang resmi,” kata Trimoyo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....