Ratusan Pelajar di Lampung Barat Dapat Seragam Sekolah Gratis

  • 05 Sep 2026 14:48 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Lampung Barat — Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyalurkan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membantu memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus meringankan beban orang tua.

Penyaluran dilakukan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Batu Ketulis dan Kecamatan Belalau, Sabtu 5 September 2026. Bantuan diserahkan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus didampingi Wakil Bupati Mad Hasnurin dan sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Di Kecamatan Batu Ketulis, penyaluran berlangsung di SMP Negeri 1 Batu Ketulis. Sebanyak 345 siswa menerima manfaat, terdiri dari 172 siswa laki-laki dan 173 siswa perempuan.

Sementara di Kecamatan Belalau, bantuan disalurkan di SD Negeri 2 Kenali. Jumlah penerima mencapai 402 siswa, terdiri dari 217 siswa laki-laki dan 185 siswa perempuan.

Dengan demikian, total penerima manfaat program seragam sekolah gratis di dua kecamatan tersebut mencapai 747 siswa. Setiap siswa mendapatkan tiga stel seragam, yakni seragam sekolah, Pramuka, dan batik.

Selain seragam, pemerintah daerah juga menyalurkan buku tulis untuk menunjang kebutuhan belajar siswa. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan mencapai 1.206 stel seragam.

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, mengatakan program seragam sekolah gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian terhadap pendidikan. Pemerintah tidak ingin persoalan biaya menjadi alasan anak kehilangan kesempatan untuk bersekolah.

“Jangan sampai ada lagi anak yang tidak sekolah karena terkendala seragam ataupun biaya sekolah. Pemerintah sudah membantu, ada seragam gratis, iuran komite dihapus dan ada MBG,” kata Parosil Mabsus.

Ia meminta orang tua, sekolah, dan masyarakat bersama-sama memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan pendidikan. Menurutnya, persoalan anak yang tidak ingin bersekolah perlu dicari penyebabnya, termasuk kemungkinan adanya rasa minder atau perundungan akibat kondisi seragam.

“Kalau ada anak yang tidak ingin sekolah, tolong dicari tahu apa kendalanya. Bisa saja ada anak yang dibully karena seragamnya jelek atau sebagainya. Sekarang semua seragamnya bagus dan sama, merah putih sama, Pramuka sama, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak sekolah,” ujarnya.

Dia menyatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berkomitmen terus memberikan perhatian agar anak-anak memperoleh hak pendidikan dengan baik.

“Pendidikan ini investasi jangka panjang. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin hasilnya tidak langsung kita rasakan, tetapi beberapa tahun ke depan anak-anak inilah yang akan menjadi generasi penerus dan menentukan wajah Lampung Barat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....