Lampung Perluas Gerakan Stop Boros Pangan
- 03 Sep 2026 07:09 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung memperluas Gerakan Stop Boros Pangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang makanan. Upaya ini dinilai penting untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Ely Nuratni Sari, mengatakan sosialisasi terus dilakukan kepada masyarakat terkait bahaya food loss dan food waste.
“Kami terus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak membuang makanan, sebab ini berkaitan dengan upaya menjaga ketahanan pangan,” ujar Ely, Rabu 2 September 2026.
Ely menyebut, sekitar 23 hingga 48 juta ton makanan terbuang di Indonesia setiap tahun. Jika dikonversikan dengan nilai pangan Rp15 ribu per kilogram, pemborosan tersebut memiliki nilai ekonomi yang sangat besar.
Menurutnya, masyarakat terus diedukasi melalui delapan langkah untuk mengurangi pemborosan pangan. Di antaranya mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan, membawa pulang makanan yang tidak habis, serta berbelanja sesuai kebutuhan.
Masyarakat juga didorong membagikan pangan berlebih, mengolah kembali makanan yang masih layak konsumsi, memanfaatkan bahan pangan yang tidak layak menjadi kompos, memeriksa tanggal kedaluwarsa, dan menyimpan bahan pangan dengan benar.
Ely mengatakan, Pemprov Lampung juga mulai mendorong penyelamatan pangan melalui aplikasi Stop Boros Pangan milik Badan Pangan Nasional. Hingga akhir Agustus, tercatat lebih dari tiga ton pangan berhasil diselamatkan melalui upaya tersebut.
Ia menambahkan, sosialisasi juga diarahkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG, terutama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Langkah tersebut dilakukan karena masih ditemukan makanan yang tidak habis dan berpotensi terbuang.
“Kami terus melakukan sosialisasi ke SPPG. Dengan menginput data ke aplikasi Stop Boros Pangan. Pangan yang berhasil diselamatkan dapat dipantau dan dihitung,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....