BPBD Way Kanan Tetapkan 7 Kecamatan Status Siaga Krisis Air dan Karhutla

  • 30 Agt 2026 14:11 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Way Kanan menetapkan status siaga di tujuh kecamatan menyusul meningkatnya potensi krisis air bersih dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Way Kanan, Sufrianto, mengatakan penetapan status siaga dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kekeringan yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air masyarakat dan sektor pertanian.

Menurutnya, penurunan debit air pada sejumlah sumber air milik warga menjadi salah satu indikator yang perlu mendapat perhatian. Selain itu, terdapat sejumlah titik panas atau hotspot yang terpantau melalui pemantauan satelit.

“Vegetasi yang mengering akibat cuaca ekstrem ini ibarat bom waktu. Risiko kebakaran meningkat tajam. Oleh karena itu, kami telah memperketat koordinasi hingga ke tingkat aparatur kampung untuk mendeteksi dini setiap pergerakan api,” ujar Sufrianto, Minggu, 30 Agustus 2026.

BPBD Way Kanan memetakan tujuh kecamatan yang menjadi wilayah perhatian dalam menghadapi ancaman kekeringan dan Karhutla.

Lima kecamatan masuk dalam zona rawan krisis air dan Karhutla, yakni Blambangan Umpu, Way Tuba, Umpu Semenguk, Pakuan Ratu, dan Negeri Agung. Sementara itu, Negeri Besar dan Negara Batin masuk dalam zona tambahan yang diwaspadai terhadap potensi Karhutla.

Pemetaan tersebut dilakukan untuk memudahkan pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Sufrianto mengatakan BPBD telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) di wilayah yang masuk kategori rawan. Tim tersebut berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah dan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak kekeringan maupun kebakaran lahan.

Selain memantau potensi kebakaran, TRC juga diarahkan untuk mendukung penanganan apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Fokus kami memastikan kebutuhan air masyarakat dapat ditangani dan pencegahan Karhutla terus dilakukan,” kata Sufrianto.

BPBD juga memperkuat koordinasi dengan aparatur kampung untuk meningkatkan pemantauan di wilayah masing-masing. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.

Menghadapi kondisi kemarau, BPBD Way Kanan mengimbau masyarakat menggunakan air bersih secara bijak. Warga juga diminta tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.

Sufrianto mengingatkan kondisi lahan yang kering dapat membuat api lebih cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

“Satu percikan api di musim kemarau seperti ini bisa menjadi bencana besar, menghancurkan ratusan hektare lahan dan bahkan mengancam nyawa. Mari kita jaga lingkungan demi keselamatan kita bersama,” ucapnya.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Laporan dapat disampaikan kepada Posko BPBD, kepolisian setempat, maupun perangkat kampung terdekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....