Tim Siaga Blambangan Umpu Monitor Kesiapan Posko Bencana

  • 29 Agt 2026 08:36 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Tim Siaga Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan serta Lahan (Karhutla) Kecamatan Blambangan Umpu melakukan monitoring kesiapan posko siaga bencana di tingkat kampung. Monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat siap menghadapi potensi kekeringan dan karhutla selama musim kemarau.

Tim melakukan safari ke Posko Siaga Bencana Kekeringan dan Karhutla di Kampung Gunung Sangkaran dan Karang Umpu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan penanganan bencana di wilayah yang berpotensi terdampak.

Camat Blambangan Umpu, Akhmad Syapari, mengatakan monitoring dilakukan untuk melihat kesiapsiagaan personel, jajaran perangkat kampung, lembaga, hingga relawan. Tim juga mengecek peralatan penanggulangan bencana yang telah disediakan secara mandiri oleh masyarakat.

“Kegiatan ini dilakukan untuk melihat kesiapsiagaan personel jajaran perangkat dan lembaga serta relawan di kampung, termasuk melihat peralatan yang disediakan secara mandiri oleh masyarakat,” kata Akhmad Syapari, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurutnya, keberadaan posko menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan di tingkat kampung. Posko diharapkan mampu menjadi pusat koordinasi dan mempercepat respons apabila terjadi kekeringan maupun kebakaran.

Dalam monitoring tersebut, tim satgas juga melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi rawan bencana. Pengecekan turut dilakukan terhadap potensi ketersediaan sumber air sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dampak musim kemarau.

Ia mengatakan kesiapan posko perlu didukung keterlibatan aktif masyarakat dan relawan. Sosialisasi juga terus dilakukan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta segera menyampaikan laporan apabila menemukan titik api atau asap.

Melalui monitoring secara berkala, lanjutnya, Tim Siaga Bencana Kecamatan Blambangan Umpu memastikan kesiapan personel, sarana, dan koordinasi di posko tetap terjaga. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila terjadi bencana kekeringan maupun karhutla di wilayah kampung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....