Hilirisasi UMKM Transmigrasi Way Tuba Tingkatkan Nilai Produk
- 30 Agt 2026 20:55 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan — Pelatihan hilirisasi produk UMKM di kawasan transmigrasi Way Tuba resmi ditutup. Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta dari sejumlah kampung transmigrasi.
Kepala Kampung Ramsai, Hendrik Purnama, mengatakan pelatihan berlangsung selama satu minggu penuh. Peserta mendapatkan pembelajaran mengolah hasil bumi menjadi produk bernilai tambah.
“Dari pelatihan ini mereka sudah bisa menghasilkan produk. Ada yang sampai delapan produk UMKM makanan,” ujar Hendrik, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut Hendrik, hilirisasi memungkinkan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan diolah menjadi produk siap jual. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ia mencontohkan hasil panen ikan lele yang biasanya dijual dalam bentuk mentahan. Melalui pelatihan, komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
“Tujuannya meningkatkan hasil atau pendapatan. Ikan lele yang biasanya dijual mentahan, sekarang diolah menjadi produk,” katanya.
Pelatihan tersebut diinisiasi Kementerian Transmigrasi melalui Balai Pelatihan Transmigrasi yang berada di Pekanbaru. Pendampingan juga mencakup proses legalitas usaha bagi peserta.
Hendrik menyebut pengurusan Nomor Induk Berusaha dan izin produksi rumah tangga masih berlangsung. Pendampingan dilakukan agar produk UMKM memiliki legalitas dan lebih mudah dipasarkan.
Ia berharap pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Para penerima manfaat diminta terus berinovasi dan memperbanyak produksi.
“Harapannya jangan hanya berhenti di pelatihannya. Terus berinovasi, produk yang sudah dibuat diperbanyak dan dipasarkan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....