Pemkab Lampung Barat Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla
- 28 Agt 2026 11:24 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Lampung Barat – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla selama musim kemarau.
Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin, mengatakan Pemkab melalui Satgas Karhutla BPBD telah menyiapkan personel dan sarana pendukung untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran.
“Pemkab Lampung Barat telah menyiapkan personel dan sarana pendukung untuk menghadapi potensi Karhutla. Kesiapsiagaan ini menjadi bagian penting agar setiap kejadian dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar Mad Hasnurin saat menerima audiensi Tim Penyuluhan Karhutla di Ruang Rapat Pesagi Setdakab Lampung Barat, Jumat, 28 Agustus 2026.
Dia menjelaskan, personel yang disiapkan terdiri dari 15 anggota Tim Reaksi Cepat, 18 personel Rescue/SAR, 20 personel Satgas Penanggulangan Bencana, serta 28 personel PNS/organik BPBD.
Kesiapsiagaan tersebut diperkuat dengan sarana pendukung, di antaranya satu mobil tangki air, satu truk serbaguna, tiga mobil taktis, empat unit alkon, enam mesin sinso, serta lima kendaraan pemadam kebakaran yang tersebar di lima kecamatan.
Menurut Mad Hasnurin, upaya pencegahan juga dilakukan melalui pemantauan titik panas secara real time menggunakan Warning Receiver System, aplikasi SIPONGI Kementerian Kehutanan, dan SPARTAN BMKG.
“Deteksi dini sangat penting. Karena itu, pemantauan hotspot dilakukan secara berkala dan real time sehingga apabila terdapat potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.
Hingga minggu keempat Agustus 2026, tercatat empat kejadian Karhutla yang telah berhasil ditangani di Lampung Barat. Kejadian tersebut berada di Pekon Sukamarga, Kelurahan Way Mengaku, dan Pekon Kagungan.
Mad Hasnurin menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, TNBBS, Damkar, pemerintah kecamatan, hingga pekon dan kelurahan.
Ketua Tim Penyuluhan Karhutla, Pamen Pusziad Kolonel Czi Wahyu Widi Setyanto, mengatakan penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan Karhutla, memberikan edukasi mengenai dampak buruk yang ditimbulkan, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” kata Wahyu.
Ia berharap masyarakat tidak hanya memahami bahaya Karhutla, tetapi juga mengetahui langkah pencegahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....