BPPMT Pekanbaru Dorong Hilirisasi Produk Transmigrasi di Way Kanan
- 28 Agt 2026 09:46 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru terus mendorong hilirisasi produk di kawasan transmigrasi. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Kepala BPPMT Pekanbaru, Ahmad Syahir, mengatakan pelatihan hilirisasi menjadi salah satu program untuk meningkatkan nilai komoditas yang dihasilkan masyarakat transmigrasi. Menurutnya, masyarakat tidak hanya diarahkan menghasilkan bahan mentah, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi.
"Program pelatihan hilirisasi produk ini sepenuhnya untuk mendukung program Kementerian Transmigrasi yang ingin mengubah fokus kawasan transmigrasi dari penghasil bahan mentah menjadi produk yang memiliki nilai tambah," kata Syahir, Jumat, 28 Agustus 2026.
Salah satu pelatihan digelar di Kawasan Transmigrasi Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Pelatihan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat, termasuk pengembangan produk olahan berbasis komoditas lokal.
Di Way Kanan, BPPMT Pekanbaru melihat potensi pengembangan komoditas perikanan, khususnya ikan lele. Komoditas tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti kerupuk, abon, dan bakso lele yang dinilai memiliki peluang pasar.
Syahir menjelaskan, pelatihan hilirisasi tidak hanya mencakup proses produksi. Masyarakat juga mendapat pendampingan terkait pengemasan serta pengurusan legalitas usaha dan produk, seperti Nomor Induk Berusaha, PIRT, izin edar, dan sertifikasi halal.
Menurutnya, program hilirisasi telah dilaksanakan di sejumlah kawasan transmigrasi di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung. Produk yang dikembangkan mencakup sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan.
"Namun, hilirisasi produk di kawasan transmigrasi masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya keterbatasan modal dan infrastruktur, teknologi, kompetensi sumber daya manusia, serta persaingan dengan produk global di pasar digital," katanya.
Dirinya menilai penguatan keterampilan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui skilling, up-skilling, dan re-skilling. Selain itu, pendampingan digital marketing serta kolaborasi pemerintah dalam memperluas akses permodalan dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk masyarakat transmigrasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....