Kemarau Berpotensi Picu Kekeringan dan Karhutla di Way Kanan
- 27 Agt 2026 14:55 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – Musim kemarau di Kabupaten Way Kanan berdampak pada berkurangnya debit air di sejumlah sungai dan sumber air. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana kekeringan di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Way Kanan, Sufrianto, mengatakan kemarau juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kemarau ini berdampak terhadap ketersediaan air dan juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Sufrianto, Kamis, 27 Agustus 2026.
Selain berdampak terhadap ketersediaan air, kekeringan turut memengaruhi sektor pertanian dan perkebunan. Kondisi tersebut dapat mengganggu pola tanam serta menyebabkan penurunan produktivitas.
Dia menyebut, hampir seluruh wilayah Kabupaten Way Kanan terdampak kondisi kemarau. Namun, Kecamatan Blambangan Umpu, Umpu Semenguk, Pakuan Ratu, dan Negara Batin menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian terhadap potensi kebakaran lahan.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi dampak kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kesiapsiagaan serta pemantauan kondisi di wilayah rawan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas," katanya.
Masih menurut Sufrianto, kondisi kemarau diperkirakan masih menjadi perhatian pemerintah daerah selama periode musim kering. Kesiapsiagaan masyarakat dan koordinasi antarpihak dinilai penting untuk mencegah dampak kekeringan maupun karhutla semakin meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....