Semen Langka di Way Kanan, Harga Naik Rp3.000
- 26 Agt 2026 10:04 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – Sejumlah toko bangunan di Kabupaten Way Kanan mengeluhkan kelangkaan semen dari berbagai merek yang terjadi dalam sepekan terakhir.
Kondisi tersebut membuat pasokan semen di sejumlah toko material tersendat dan berdampak terhadap harga jual di tingkat konsumen.
Danil, pemilik toko material bangunan di Kampung Bumi Ratu, mengatakan kelangkaan semen mulai dirasakan pedagang dan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, penyebab pasti kelangkaan belum diketahui. Namun, berdasarkan informasi yang diterima dari sales dan distributor, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan gangguan pada proses pengiriman barang.
“Kelangkaan semen ini belum jelas apa penyebab pastinya. Namun, dari penjelasan para sales atau pihak distributor, disebutkan ada gangguan pada pihak ekspedisi barang,” ujar Danil, Rabu, 26 Agustus 2026.
Minimnya pasokan semen di pasaran turut berdampak terhadap harga jual. Danil menyebut harga semen di tokonya mengalami kenaikan sekitar Rp3.000 per sak. Sebelumnya, semen dijual dengan harga sekitar Rp64.000 per sak. Kini harga tersebut naik menjadi Rp67.000 per sak.
Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah terbatasnya ketersediaan barang yang diterima pedagang dari distributor. Meski demikian, Danil berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan distribusi semen dapat segera kembali normal.
Menurut Danil, ketersediaan semen menjadi hal penting karena bahan bangunan tersebut banyak dibutuhkan masyarakat untuk berbagai kegiatan pembangunan maupun renovasi.
Karena itu, para pedagang berharap gangguan distribusi dapat segera diselesaikan sehingga pasokan kembali tersedia secara normal.
“Harapannya pasokan semen bisa kembali normal. Meskipun ada sedikit kenaikan harga, yang terpenting barangnya tersedia dan mudah didapatkan kembali,” ujarnya.
Para pelaku usaha material bangunan berharap kelancaran distribusi dapat segera pulih agar kebutuhan semen masyarakat di Kabupaten Way Kanan tetap terpenuhi dan kenaikan harga tidak berlanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....