BPBD Way Kanan Imbau Siswa Gunakan Masker saat Kemarau
- 26 Agt 2026 18:18 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Way Kanan mengimbau siswa menggunakan masker selama musim kemarau. Imbauan tersebut untuk mengantisipasi dampak asap kebakaran hutan dan debu.
Kepala BPBD Way Kanan, Sufrianto mengatakan, asap akibat kebakaran hutan masih dalam tingkat yang dapat ditoleransi. Namun, kondisi tersebut tetap perlu diantisipasi, khususnya bagi anak-anak sekolah.
“Memang menimbulkan asap, tapi ini masih tingkat yang masih bisa ditolerir,” ujar Sufrianto, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurutnya, musim kemarau tidak hanya berdampak pada munculnya asap kebakaran hutan. Kondisi jalan yang masih berupa tanah juga meningkatkan paparan debu bagi masyarakat.
Sufrianto mengatakan, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Way Kanan. Koordinasi tersebut untuk mendorong penerbitan surat edaran kepada sekolah.
Surat edaran tersebut nantinya berisi imbauan kepada sekolah dan siswa menggunakan masker. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membuat surat edaran. Imbauannya agar sekolah dan murid-murid menggunakan masker.” katanya.
Selain masker, BPBD juga mengimbau siswa membawa tumbler berisi air minum dari rumah. Menurut Sufrianto, kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga kebersihan air dan mencegah risiko diare.
BPBD juga mendorong penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana di lingkungan sekolah. Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat bencana.
“Kami mengimbau kepada Dinas Pendidikan untuk menyiapkan Satuan Pendidikan Aman Bencana,” ucap Sufrianto.
Ia menambahkan, sejumlah sekolah di Way Kanan telah mendapatkan simulasi kedaruratan bencana. BPBD juga membuat video edukasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga di lingkungan sekolah.
Sufrianto berharap langkah tersebut dapat memperkuat kesiapan sekolah menghadapi berbagai potensi bencana. Edukasi dan simulasi dinilai penting agar warga sekolah memahami tindakan saat terjadi keadaan darurat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....