Ayah dan Bunda, Merawat Diri juga Bentuk Kasih Sayang kepada Keluarga

  • 24 Agt 2026 14:59 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:Banyak orang tua menganggap bahwa menjadi ayah atau bunda yang baik berarti harus mengorbankan seluruh waktu, tenaga, dan pikiran demi anak-anak. Menghabiskan waktu untuk diri sendiri sering kali memicu rasa bersalah (parental guilt), karena dianggap egois atau menomorduakan keluarga.

Dikutip dari laman BKKBN merawat diri (self-care) bagi orang tua bukanlah sebuah kemewahan atau tindakan egois. Sebaliknya, merawat fisik dan mental sendiri adalah fondasi utama dan bentuk kasih sayang yang paling nyata untuk memastikan keluarga tetap tumbuh dengan bahagia dan sehat.
Filosofi "Masker Oksigen" di Pesawat
Ingatkah Anda dengan instruksi keselamatan di dalam pesawat terbang? Ketika tekanan kabin berkurang, orang tua diwajibkan untuk memakai masker oksigen mereka sendiri terlebih dahulu sebelum memasangkannya ke anak.
Mengapa demikian? Karena jika Anda kehabisan oksigen dan pingsan, Anda tidak akan pernah bisa menyelamatkan anak Anda.
Filosofi ini berlaku penuh dalam pengasuhan. Anda tidak bisa memberikan cinta, kesabaran, dan energi yang penuh jika "tangki" emosi dan fisik Anda sendiri dalam keadaan kosong melompong (you cannot pour from an empty cup).
Mengapa Merawat Diri adalah Bentuk Kasih Sayang?
Ketika Ayah dan Bunda meluangkan waktu untuk merawat diri, seluruh anggota keluarga akan merasakan dampak positifnya melalui tiga hal berikut:
1. Menjaga Kewarasan dan Kesabaran dalam Mengasuh
Mengasuh anak adalah maraton panjang yang melelahkan. Orang tua yang stres, kurang tidur, dan mengabaikan kesehatannya akan lebih mudah tersulut emosi. Langkah kecil merawat diri akan menurunkan hormon stres (kortisol). Hasilnya, Ayah dan Bunda bisa merespons tantangan pengasuhan—seperti tantrum anak—dengan lebih tenang, sabar, dan penuh kasih sayang.
2. Menjadi Contoh Nyata (Role Model) bagi Anak
Anak-anak adalah peniru yang ulung. Mereka tidak hanya mendengarkan apa yang kita katakan, tetapi melihat apa yang kita lakukan. Ketika melihat orang tuanya rutin berolahraga, makan makanan sehat, dan tahu kapan harus beristirahat, anak akan belajar tentang pentingnya menghargai hidup dan mencintai diri mereka sendiri sejak dini.
3. Menjaga Keharmonisan Pernikahan
Pernikahan yang kokoh adalah pilar utama kebahagiaan anak. Kerap kali, kesibukan mengurus anak membuat hubungan suami-istri menjadi hambar. Ketika Ayah dan Bunda kompak untuk saling bergantian memberikan waktu luang (me-time) atau menyempatkan waktu kencan berdua (date night), lilin-lilin romantis dan komunikasi yang sehat akan tetap terjaga. Rumah pun akan dipenuhi aura yang hangat.
Cara Praktis Merawat Diri di Tengah Kesibukan
Merawat diri tidak harus mahal dan tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam. Ayah dan Bunda bisa memulainya dari hal sederhana ini:
  • Bagi Ayah: Sempatkan waktu 30 menit sehari untuk menyalurkan hobi (seperti membaca, olahraga, atau sekadar minum kopi tanpa gangguan ponsel). Belajarlah untuk mengomunikasikan kelelahan kerja kepada Bunda agar bisa saling mendukung.
  • Bagi Bunda: Jangan ragu mendelegasikan tugas rumah tangga atau pengasuhan sementara kepada Ayah atau anggota keluarga lain. Mandi air hangat sedikit lebih lama, merawat kulit (skincare), atau tidur siang 15 menit sudah cukup untuk mengisi ulang energi.
  • Sebagai Pasangan: Buat kesepakatan jadwal mingguan di mana masing-masing mendapatkan giliran untuk menikmati me-time tanpa dibayangi rasa bersalah.
Merawat diri tidak berarti Anda mengurangi porsi kasih sayang untuk anak. Justru dengan merawat fisik, mental, dan spiritual, Anda sedang menyiapkan versi terbaik dari diri Anda untuk menemani tumbuh kembang mereka. Jadi, mari buang rasa bersalah itu. Sayangi diri Anda, agar Anda bisa menyayangi keluarga dengan lebih luar biasa.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....