SPPG Way Tuba Libatkan UMKM dan Terapkan Standar HACCP
- 22 Agt 2026 11:41 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Way Tuba menerapkan ekosistem pangan sirkular dengan melibatkan potensi desa sekitar dapur. Kepala SPPG Way Tuba, Ali Rohman, mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan UMKM sekitar.
Menurut Ali, pemanfaatan potensi lokal juga diterapkan melalui substitusi menu berbasis musim. Jika komoditas tertentu langka atau mahal, menu disesuaikan dengan bahan lokal yang sedang panen.
“Menu akan disesuaikan dengan komoditas lokal lain yang sedang panen raya tanpa mengurangi nilai gizinya,” ujar Ali, Jumat, 21 Agustus 2026. "Strategi tersebut dinilai menjaga keberlanjutan pasokan sekaligus mendukung pelaku usaha dan masyarakat sekitar."
Selain pengelolaan pasokan, SPPG Way Tuba menerapkan protokol Hazard Analysis Critical Control Point atau HACCP. Protokol tersebut diterapkan untuk memastikan makanan sampai kepada siswa secara aman dan higienis.
Ali menjelaskan, pengawasan dimulai sejak bahan baku diterima oleh pihak SPPG. Kualitas dan kuantitas bahan makanan diperiksa sebelum memasuki tahapan penyimpanan dan pengolahan.
Penyimpanan bahan makanan juga dipisahkan berdasarkan jenisnya untuk mencegah kontaminasi silang. Bahan basah dan bahan kering ditempatkan pada area penyimpanan yang berbeda.
Pengendalian suhu menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan bahan makanan selama penyimpanan. Chiller dijaga pada suhu 0 hingga 4 derajat Celsius, sedangkan freezer berada pada minus 18 derajat Celsius.
“Setelah itu, bahan makanan akan masuk ke tahap persiapan,” kata Ali. "Dengan penerapan standar tersebut, SPPG Way Tuba berupaya menjaga mutu pangan sejak bahan diterima hingga makanan dikonsumsi siswa."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....