Apel Siaga Karhutla, Way Kanan Perkuat Patroli dan Pencegahan

  • 15 Agt 2026 17:30 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Polres Way Kanan bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan menggelar Apel Gelar Pasukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026.

Apel berlangsung di Lapangan Mako Polres Way Kanan dan dipimpin Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah bersama Kapolres Way Kanan AKBP Ramadhona dan Dandim 0427/Way Kanan Letkol Arm Sigit Windarto, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Pimpinan daerah melakukan inspeksi barisan untuk memastikan kesiapan personel dan perlengkapan sebelum diterjunkan menghadapi potensi Karhutla.

Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah mengatakan wilayahnya memiliki kawasan hutan yang luas dan berperan sebagai penyangga ekosistem. Kondisi tersebut membuat Way Kanan memiliki potensi ancaman Karhutla, terutama saat musim kemarau.

"Apabila tidak diantisipasi dengan baik, Karhutla dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat kabut asap, mengganggu roda perekonomian, hingga mengancam keselamatan jiwa," tegas Ayu Asalasiyah, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut Ayu, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat, bukan hanya TNI dan Polri.

Untuk memperkuat pencegahan dan penanganan, Ayu menyampaikan tujuh instruksi kepada personel dan instansi terkait.

Pertama, memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang dapat digunakan sewaktu-waktu.

Kedua, melaksanakan patroli terpadu secara rutin di wilayah rawan Karhutla.

Ketiga, memperkuat koordinasi dalam pertukaran informasi, pelaporan titik api atau hotspot, serta mempercepat respons pemadaman.

Keempat, mengoptimalkan sosialisasi larangan membuka lahan perkebunan atau pertanian dengan cara membakar.

Kelima, melibatkan perangkat pekon, tokoh masyarakat, relawan, dan organisasi masyarakat dalam upaya pencegahan.

Keenam, melakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Ketujuh, memastikan keselamatan personel selama bertugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Pencegahan adalah langkah yang paling efektif dibandingkan penanggulangan setelah kebakaran terjadi. Mari kita laksanakan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan semangat pengabdian demi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat," katanya.

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kelaikan perlengkapan Search and Rescue (SAR). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan peralatan dan personel siap digunakan dalam operasi pertolongan maupun penanganan Karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....