BPBD: Way Kanan Jadi Wilayah dengan Hotspot Terbanyak di Lampung

  • 12 Agt 2026 15:25 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat Way Kanan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas atau hotspot terbanyak di Lampung. Berdasarkan pemantauan satelit NASA pada Selasa, 11 Agustus 2026, terdeteksi 16 hotspot di wilayah tersebut.

Kepala BPBD Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, mengatakan dari 16 hotspot di Way Kanan, sebanyak 14 titik masuk kategori rendah dan enam titik kategori sedang. Data tersebut menjadikan Way Kanan sebagai daerah dengan jumlah hotspot terbanyak dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Lampung.

"Selama musim El Nino ini adanya peningkatan hotspot di beberapa wilayah. Cukup panas di kabupaten kota di Provinsi Lampung. Terbanyak itu data sementara di Way Kanan, terpantau ada 16 titik," kata Rudy, Rabu ,12 Agustus 2026.

Secara keseluruhan, BPBD Lampung mencatat 54 hotspot tersebar di sejumlah wilayah berdasarkan pemantauan satelit NASA. Rinciannya, 40 titik kategori rendah, 13 titik kategori sedang, dan satu titik kategori tinggi, sementara kategori sangat tinggi nihil.

Pemantauan dilakukan melalui Command Center Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Lampung dengan memanfaatkan data satelit SNPP, NOAA-20, dan NOAA-21. Data tersebut diperbarui beberapa kali dalam sehari untuk memantau perkembangan titik panas di wilayah Lampung.

Rudy menjelaskan, keberadaan hotspot yang terdeteksi satelit belum otomatis menunjukkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, setiap titik panas tetap membutuhkan verifikasi di lapangan untuk memastikan sumber panas tersebut.

"Data yang kita peroleh dan kita akses dari NASA ini bisa kita verifikasi di lapangan, apakah itu memang karhutla atau hanya kebakaran lahan biasa," ujarnya.

BPBD Lampung mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah yang terpantau memiliki hotspot, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Informasi terbaru mengenai titik panas akan terus diperbarui melalui kanal resmi BPBD Provinsi Lampung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....