Ibu Melahirkan di Mobil Akibat Jalan Rusak, Gubernur Lampung Minta Maaf
- 30 Jul 2026 09:50 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – Seorang ibu hamil asal Kampung Tiuh Balak II, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, terpaksa melahirkan di dalam mobil saat dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan akibat kondisi jalan yang rusak. Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026 itu viral di media sosial dan mendapat perhatian Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan yang membawa pasien harus melintasi akses jalan sepanjang sekitar 12 kilometer dengan kondisi tanah dan bebatuan menuju puskesmas. Dalam video yang beredar, sejumlah warga bersama bidan terlihat membantu proses persalinan darurat di dalam mobil hingga bayi lahir dengan selamat.
Kepala Puskesmas Gunung Labuhan, Ety Rubiyeti, mengatakan pasien yang mengandung anak pertama datang ke Poskesdes sekitar pukul 13.00 WIB dengan keluhan mulas disertai keluarnya lendir bercampur darah.
Menurut Ety, pada pukul 13.30 WIB pasien mengalami pecah ketuban dengan pembukaan lengkap. Bidan kemudian memimpin proses persalinan selama dua jam, namun bayi belum juga lahir sementara kontraksi ibu melemah. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan tekanan darah pasien meningkat hingga 170/90 mmHg.
"Pada pukul 15.30 WIB bidan memutuskan agar pasien segera dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit," ujar Ety, Kamis, 30 Juli 2026.
Sekitar pukul 15.40 WIB, pasien diberangkatkan menggunakan mobil yang didampingi bidan. Namun, di tengah perjalanan kontraksi semakin kuat akibat guncangan jalan yang rusak. Saat kepala bayi mulai terlihat, kendaraan terpaksa berhenti di pinggir jalan.
"Bayi akhirnya lahir darurat di kursi tengah mobil dengan bantuan bidan. Bidan kemudian memotong tali pusat dan melahirkan plasenta. Alhamdulillah, ibu dan bayi dalam keadaan sehat dan stabil," jelas Ety.
Peristiwa tersebut mendapat perhatian Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Ia menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang dipicu oleh kondisi infrastruktur jalan dan meminta seluruh jajaran pemerintah menjadikannya sebagai perhatian bersama.
"Saya mengimbau seluruh jajaran pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten, untuk menjadikan ini perhatian bersama. Saya sebagai gubernur tentu tidak bisa serta-merta mengambil alih kewenangan bupati dan pemerintah kabupaten, tetapi mewakili pemerintah, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat," kata Mirza.
Gubernur menyatakan pemerintah akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur jalan sesuai dengan kewenangan masing-masing. Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian untuk mempercepat perbaikan akses menuju layanan kesehatan, khususnya di wilayah yang masih memiliki kondisi jalan kurang memadai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....