Way Kanan Siaga Hadapi Kekeringan dan Karhutla 2026
- 23 Jul 2026 00:17 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 bersama unsur pentahelix, Rabu, 22 Juli 2026.
Rapat tersebut menjadi langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan dan karhutla akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah yang diwakili Asisten I Setdakab Way Kanan, Ixuan Ahmadi, meminta seluruh perangkat daerah, BPBD, serta pemerintah kampung memperkuat upaya mitigasi melalui penetapan status siaga darurat, pengaktifan posko siaga, optimalisasi infrastruktur pengelolaan air, penyediaan cadangan logistik dan air bersih, serta patroli pada titik-titik rawan kebakaran.
"Pemkab Way Kanan optimistis melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, hingga elemen masyarakat, potensi dampak psikologis maupun ekonomi akibat kekeringan dan karhutla dapat ditekan secara maksimal," ujar Ixuan Ahmadi.
Kepala Pelaksana BPBD Way Kanan, Sufrianto, mengatakan berdasarkan pemantauan BMKG hingga Juli 2026, Kabupaten Way Kanan menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla yang tinggi di Provinsi Lampung.
BPBD mencatat terdapat delapan titik panas (hotspot) yang tersebar di Kecamatan Blambangan Umpu, Umpu Semenguk, Negara Batin, Pakuan Ratu, Negeri Besar, dan Bahuga.
Selain itu, BPBD juga memetakan tujuh kecamatan yang rawan mengalami kekeringan, yakni Blambangan Umpu, Way Tuba, Umpu Semenguk, Negeri Agung, Bumi Agung, Pakuan Ratu, dan Negara Batin.
"BPBD bertindak sebagai koordinator teknis. Kami memfokuskan pada penguatan Early Warning System (Sistem Peringatan Dini), pemantauan hotspot BMKG, serta pendataan kondisi sumur bor desa untuk memastikan fungsi pasokan air berjalan baik," jelas Sufrianto.
Sebagai langkah penanganan, BPBD menyiapkan cadangan logistik, distribusi air bersih, serta armada mobil tangki yang bersinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, perusahaan swasta, dan TNI/Polri.
BPBD juga mengimbau masyarakat menyesuaikan pola tanam, memanfaatkan varietas tanaman tahan kekeringan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api maupun dampak kekeringan di wilayah masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....