Ayah, Seberapa Kenal Kamu dengan Anakmu Sendiri?

  • 19 Jul 2026 05:55 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:Menjadi seorang ayah sering kali diartikan sebagai tulang punggung keluarga. Jam kerja yang panjang dan tanggung jawab finansial sering kali menyita waktu, sehingga interaksi dengan anak menjadi terbatas. Namun, pernahkah Ayah berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri: Seberapa kenal sebenarnya saya dengan anak saya?

Dikutip dari laman BKKBN mengenal anak bukan sekadar tahu nama lengkap atau makanan favorit mereka. Lebih dari itu, ini adalah tentang memahami isi kepala, emosi, dan dunia mereka yang terus berkembang setiap harinya.
Mengapa Kedekatan Ayah Sangat Krusial?
Tahukah Ayah, kedekatan dengan seorang ayah memiliki dampak luar biasa pada tumbuh kembang anak? Berbagai studi membuktikan bahwa anak yang memiliki ikatan kuat dengan ayahnya cenderung memiliki kestabilan emosi yang lebih baik, rasa percaya diri yang tinggi, serta tingkat kecerdasan yang menonjol.
Bagi anak perempuan, Ayah adalah standar pertama bagaimana ia melihat dan diperlakukan oleh laki-laki. Sementara bagi anak laki-laki, Ayah adalah role model atau teladan utama dalam bersikap.

Tanda-tanda Ayah Belum Sepenuhnya Kenal Anak
Untuk mengetahui sejauh mana Ayah mengenal anak, mari lakukan refleksi singkat. Apakah Ayah masih bingung menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini?
  • Siapa teman dekat anak di sekolah?
  • Apa hal yang sedang membuat mereka cemas atau takut akhir-akhir ini?
  • Siapa tokoh kartun, game, atau idola yang sedang mereka gemari?
  • Apa cita-cita atau hal yang paling ingin mereka capai saat ini?
Jika Ayah kesulitan menjawabnya, ini bukanlah tanda kegagalan, melainkan sebuah sinyal untuk mulai memperbaiki ritme komunikasi.

Langkah Praktis Mengenal Anak Lebih Dalam
Mempererat hubungan (bonding) tidak harus selalu membutuhkan waktu liburan yang panjang atau biaya yang mahal. Kuncinya adalah kehadiran yang utuh saat Ayah sedang bersama mereka. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Ayah coba mulai hari ini:
1. Dengarkan Tanpa Menghakimi
Sering kali anak hanya ingin didengar ceritanya, bukan diberikan nasihat atau solusi secara langsung. Saat mereka bercerita, letakkan smartphone Ayah dan tatap mata mereka. Buat mereka merasa aman untuk bercerita tentang apa saja, termasuk kesalahan yang mereka perbuat.
2. Ikuti Apa yang Mereka Suka
Jangan paksakan anak untuk menyukai hobi Ayah. Sebaliknya, sesekali masuklah ke dunia mereka. Tanyakan tentang game yang mereka mainkan, tonton film animasi kesukaan mereka, atau ajak mereka melakukan aktivitas yang mereka minati.
3. Ciptakan Waktu Khusus (Quality Time)
Luangkan waktu 10 hingga 15 menit saja setiap harinya untuk berinteraksi secara intim. Bisa dengan membaca buku bersama sebelum tidur, membantu mengerjakan PR, atau sekadar mengobrol ringan di meja makan.
4. Rutinitas Harian yang Sederhana
Libatkan diri dalam rutinitas harian mereka. Mulai dari mengantar ke sekolah, menyiapkan sarapan di akhir pekan, atau menjemput mereka sambil mendengarkan cerita seru tentang apa yang terjadi di sekolah.

Menjadi ayah adalah proses belajar seumur hidup. Anak tumbuh dan berubah dengan cepat, dan dunia mereka hari ini jauh berbeda dengan masa lalu kita. Mulailah hari ini dengan mengenali mereka lebih dalam. Jangan sampai Ayah melewatkan momen-momen berharga ketika anak masih membutuhkan sosok pahlawan pertama di hidup mereka.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....