Sekolah Lapang Diharapkan Perkuat Kemandirian Petani di Way Kanan
- 24 Mei 2026 06:11 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Program Sekolah Lapang Kelompok Tani kembali diperkuat pada tahun 2026 sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian. Program ini menjadi metode pelatihan partisipatif berbasis pengalaman yang dilaksanakan langsung di lahan pertanian atau demplot.
Di Kabupaten Way Kanan, Sekolah Lapang menjadi salah satu fokus pembinaan yang didukung Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Pendekatan tersebut dinilai efektif karena petani dapat langsung mempraktikkan teknik budidaya sesuai kondisi lahan masing-masing.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Way Kanan, Falahudin, mengatakan Sekolah Lapang menjadi sarana penting dalam transfer pengetahuan yang aplikatif. Menurutnya, petani tidak hanya menerima teori, tetapi belajar langsung dari pengalaman di lapangan.
“Sekolah Lapang biasanya dilakukan selama satu musim tanam. Petani peserta rutin melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman, kondisi tanah, serangan hama, hingga kebutuhan pupuk,” katanya, Sabtu, 23 Mei 2026.
Pada 2026, materi Sekolah Lapang difokuskan pada peningkatan produktivitas tanaman pangan dan penggunaan pupuk berimbang. Selain itu, petani juga dibekali pengetahuan mengenai pengendalian hama terpadu serta adaptasi terhadap perubahan iklim.
Menurutnya, aspek efisiensi biaya produksi turut menjadi perhatian dalam program tersebut. Langkah itu dilakukan agar keuntungan petani dapat meningkat dan usaha tani menjadi lebih berkelanjutan.
“Kami berharap pendekatan berbasis praktik langsung ini dapat meningkatkan hasil panen serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Way Kanan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....