Padi Gogo Berpotensi Dikembangkan di Way Kanan

  • 22 Mei 2026 09:43 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan - Penyuluh pertanian di Kabupaten Way Kanan mulai mengarahkan petani menerapkan pola tanam padi gogo di tengah sulitnya mengembalikan lahan perkebunan menjadi sawah. Langkah ini dinilai menjadi solusi alternatif menjaga produksi pangan daerah.

Penyuluh Pertanian Way Kanan, Galuh Eka Mulyanto, mengatakan alih fungsi lahan pertanian menjadi kebun kakao dan sawit membuat banyak area sawah tidak lagi memungkinkan untuk dikembalikan seperti semula.

Menurutnya, lahan yang sudah lama ditanami tanaman tahunan membutuhkan biaya besar untuk dipulihkan menjadi sawah. Proses tersebut meliputi pembersihan batang, pencabutan akar, hingga pengolahan ulang tanah sebelum bisa ditanami padi.

“Pencabutan akar sawit saja sudah membutuhkan biaya besar. Setelah itu tanah masih harus diolah kembali sehingga banyak petani memilih tidak mengembalikan lahannya menjadi sawah,” ujar Galuh, Jumat, 22 Mei 2026.

Dia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam upaya peningkatan kembali produksi tanaman pangan di Way Kanan. Selain faktor teknis, keterbatasan kewenangan dan dukungan anggaran juga menjadi hambatan di lapangan.

Dirinya menyebut aspirasi petani terkait pengembangan sawah sebenarnya telah beberapa kali disampaikan kepada Kementerian Pertanian melalui berbagai kunjungan dan pembahasan. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan petani sebagai pelaku utama usaha tani.

Sebagai alternatif, petani yang masih ingin menanam padi diarahkan menggunakan pola padi gogo yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi lahan kering bekas perkebunan.

“Kami hanya menjalankan instruksi untuk mengarahkan dan mengimbau petani. Keputusan tetap berada di tangan petani,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....