Petani di Way Kanan Didorong Beradaptasi dengan Perubahan Iklim

  • 06 Mei 2026 06:47 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan - Petani di Kecamatan Baradatu didorong untuk beradaptasi menghadapi dampak perubahan iklim. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya curah hujan yang memengaruhi produktivitas pertanian.

Petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Baradatu, Kiki, mengatakan kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi. Hal tersebut berdampak langsung pada pola tanam petani.

Dia menjelaskan, curah hujan tinggi memicu munculnya berbagai penyakit tanaman. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas dan hasil panen.

“Selain penyakit, banjir juga merendam sejumlah lahan pertanian. Meski tidak berlangsung lama, genangan tetap berdampak pada tanaman,” ujar Kiki, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurutnya, tanaman jagung menjelang panen sangat rentan roboh akibat genangan air. Hal ini menyebabkan kerugian karena tanaman tidak dapat kembali tegak.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, penyuluh melakukan pendampingan intensif kepada petani. Salah satu upaya dilakukan dengan menanam kembali padi yang terdampak banjir.

Selain itu, penyuluh juga rutin memberikan sosialisasi langkah adaptasi. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesiapan petani menghadapi cuaca ekstrem.

Dia berharap pendampingan dapat meminimalkan risiko kerugian. Petani diharapkan mampu menjaga keberlanjutan usaha tani di tengah perubahan iklim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....