ICMI Orda Way Kanan Soroti Capaian Pembangunan Daerah

  • 27 Apr 2026 17:32 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Way Kanan ke-27 pada tahun 2026 menjadi ajang refleksi penting bagi pembangunan daerah.

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Organisasi Daerah (ICMI Orda) Kabupaten Way Kanan, Raden Adipati Surya, memberikan apresiasi sekaligus catatan terhadap kinerja pemerintah daerah saat ini.

Raden Adipati Surya menilai Pemerintah Kabupaten Way Kanan telah menunjukkan performa yang cukup baik melalui sejumlah indikator makro. Salah satu pencapaian yang paling menonjol adalah keberhasilan menekan angka kemiskinan hingga menyentuh angka satu digit.

"Ini adalah pembuktian yang luar biasa. Jika kita menilik ke belakang saat saya memimpin sebagai Bupati, angka kemiskinan kita masih berada di angka dua digit. Penurunan ke satu digit ini menunjukkan program pengentasan kemiskinan berjalan pada jalur yang benar," ujar Adipati, Senin, 27 April 2026.

Meski demikian, ia memberikan catatan mengenai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menurut pengamatannya mengalami fluktuasi cukup drastis. Ia berharap sektor-sektor penopang IPM, khususnya kesehatan dan pendidikan, dapat terus diperkuat agar kontribusinya terhadap kualitas hidup masyarakat semakin terasa nyata.

Sektor infrastruktur menjadi poin yang disoroti secara khusus oleh ICMI. Mengingat infrastruktur masih menjadi keluhan utama masyarakat, Adipati mendorong Pemkab Way Kanan untuk mencari formula pembangunan yang lebih kreatif dan tidak hanya bergantung pada kucuran dana dari pemerintah pusat.

"Pemerintah daerah harus mulai memikirkan 'cara-cara lain'. Jangan hanya mengandalkan APBN atau pusat. Kita harus mampu menggerakkan swadaya masyarakat dan kolaborasi sektor swasta untuk mempercepat pembangunan fisik yang menjadi urat nadi ekonomi warga," jelasnya.

Memasuki era transformasi teknologi, Ketua ICMI Orda Way Kanan ini juga menekankan pentingnya pemerintah untuk lebih "melek" digital. Menurutnya, ruang digital bukan sekadar tren, melainkan instrumen vital untuk transparansi pembangunan dan promosi ekonomi kreatif.

"Ruang-ruang digital ini harus diisi secara cerdas. Selain untuk menyampaikan hasil-hasil pembangunan, digitalisasi sangat diperlukan untuk mengenalkan produk UMKM kita ke pasar yang lebih luas," ujarnya.

Namun, ia mengingatkan agar digitalisasi dibarengi dengan edukasi. "Masyarakat jangan hanya menjadi penerima teknologi, tapi harus mampu menguasainya agar tidak tersisih."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....