Dua Tantangan Besar Pengrajin Perempuan Way Kanan
- 20 Apr 2026 19:08 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – Pelaksana Tugas Ketua Dekranasda Way Kanan, Medias Imroni, mengungkap dua tantangan utama pengrajin perempuan. Tantangan itu berkaitan dengan keseimbangan peran dan pemasaran digital. Keduanya dinilai memengaruhi konsistensi produksi dan penjualan, Senin, 20 April 2026.
Menurutnya, sebagian besar pengrajin adalah ibu rumah tangga. Mereka juga bekerja di sektor lain sambil mengurus keluarga. Kondisi ini membuat menjaga kualitas dan konsistensi menjadi tidak mudah.
“Tantangan pertama adalah keseimbangan peran yang sangat manusiawi,” ujarnya. "Pengrajin dituntut produktif di tengah kesibukan domestik, situasi ini membutuhkan dukungan dan pendampingan berkelanjutan."
Tantangan kedua adalah pemasaran yang belum maksimal. Banyak pengrajin menghasilkan karya berkualitas tinggi. Namun, mereka kebingungan saat harus menjual produknya.
“Banyak ibu pengrajin tangannya terampil, tapi bingung saat menjual,” katanya. "Dunia digital dinilai seperti pisau bermata dua. Peluang terbuka, tetapi persaingan sangat ketat."
Ia menyoroti kesenjangan literasi digital sebagai penghambat utama. Pengrajin belum terbiasa menulis promosi dan memahami algoritma media sosial. Produk berkualitas sering kalah dari promosi pabrikan.
Selain itu, rantai pemasaran dinilai masih terputus. Pengrajin kerap hanya menjadi pembuat tanpa menikmati keuntungan besar. Peran pihak ketiga lebih dominan dalam distribusi.
Masalah lain adalah konsistensi konten pemasaran yang melelahkan. Energi pengrajin habis untuk produksi harian. Padahal, pembeli kini ingin mengetahui cerita di balik produk.
“Di titik inilah Dekranasda hadir membantu jembatan pemasaran,” ucapnya. "Pendampingan dilakukan melalui kurasi produk dan penguatan branding. Akses pameran strategis juga dibuka bagi pengrajin."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....