Belum Ada Laporan Kasus Campak di Way Tuba, Masyarakat Tetap Diimbau Waspada

  • 01 Apr 2026 10:10 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Puskesmas Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, mencatat belum ada laporan kasus campak di wilayahnya. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi penyebaran penyakit tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Way Tuba, Sujatmoko, mengatakan campak merupakan penyakit menular yang berbahaya. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak.

“Campak dapat menimbulkan komplikasi seperti pneumonia, radang otak, hingga kebutaan. Karena itu langkah pencegahan sejak dini sangat penting,” ujar Sujatmoko, Rabu, 1 April 2026.

Menurutnya, virus campak dapat merusak sistem imun tubuh. Kondisi ini membuat penderita rentan terhadap infeksi lain dalam jangka waktu tertentu.

Dia menjelaskan, Gejala awal campak meliputi demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Selain itu, muncul ruam merah yang biasanya dimulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Dia mengatakan penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi lengkap. Imunisasi campak diberikan dalam tiga tahap sesuai usia anak. yakni

“Imunisasi diberikan saat usia sembilan bulan, kemudian 15 hingga 18 bulan, dan terakhir pada usia lima hingga tujuh tahun,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala. Penanganan cepat dinilai penting untuk mencegah komplikasi.

Dia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi. Langkah ini diharapkan mampu melindungi anak dari risiko penyakit campak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....