Lapas Gandeng Damkar Gelar Simulasi Penanggulangan Kebakaran

  • 17 Mar 2026 13:58 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Way Kanan terus memperkuat sistem keamanan dan mitigasi bencana di lingkungan kerjanya.

Bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Way Kanan, pihak Lapas menggelar pembekalan keterampilan penanggulangan kebakaran bagi petugas dan warga binaan.

Kegiatan yang dipusatkan di area dapur Lapas ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai potensi bahaya kebakaran yang bisa terjadi selama aktivitas memasak.

Mengingat dapur merupakan area dengan intensitas penggunaan api, gas, dan peralatan panas yang sangat tinggi, kemampuan penanganan dini dianggap sebagai prioritas utama.

Kepala Lapas Kelas IIB Way Kanan, Riski Burhannudin, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya dalam melindungi nyawa dan fasilitas negara.

“Pembekalan keterampilan penanggulangan kebakaran ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan keamanan dan keselamatan di lingkungan Lapas Way Kanan. Khususnya di area dapur yang memiliki potensi risiko cukup tinggi,” ujar Riski, Selasa, 17 Maret 2026.

Dalam pelatihan tersebut, personel Damkar memberikan materi mulai dari teori dasar api, identifikasi sumber risiko kebakaran di dapur, hingga langkah-langkah evakuasi mandiri.

Tak hanya teori, para peserta yang terdiri dari petugas Lapas dan tamping (warga binaan pembantu) dapur juga mempraktikkan langsung teknik pemadaman.

Mereka diperkenalkan dengan berbagai jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta cara penggunaannya yang benar. Selain itu, peserta diajarkan teknik pemadaman tradisional menggunakan karung goni basah untuk menangani kebocoran gas atau api kecil secara cepat dan aman.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap orang yang beraktivitas di dapur memiliki kesiapsiagaan mental dan keterampilan teknis. Jika terjadi situasi darurat, mereka tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan sebelum bantuan profesional tiba,” kata Riski.

Dia berharap kegiatan ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif dan meminimalisir segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban yang dipicu oleh faktor kelalaian maupun bencana alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....