Umat Hindu di Banjit Gelar Pawai Ogoh-Ogoh
- 17 Mar 2026 13:44 WIB
- Waykanan
Poin Utama
- Hari Raya Nyepi
RRI.CO.ID, Way Kanan - Semarak toleransi dan budaya terasa kental di Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan. Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946, umat Hindu setempat menggelar tradisi pawai Ogoh-ogoh yang memukau ratusan warga, Selasa, 17 Maret 2026.
Kegiatan yang merupakan rangkaian dari ritual Pengerupukan ini menampilkan replika mahluk raksasa (Ogoh-ogoh) sebagai simbol pembersihan sifat-sifat negatif di alam semesta maupun di dalam diri manusia.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Banjit, Wayan Lameg, menjelaskan pawai ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan bagian penting dari prosesi ibadah sebelum umat memasuki masa keheningan (Catur Brata Penyepian).
"Pawai Ogoh-ogoh ini adalah simbol untuk menetralisir kekuatan-kekuatan negatif atau Bhuta Kala. Setelah diarak mengelilingi wilayah, patung-patung ini nantinya akan dibakar sebagai lambang bahwa kita telah memusnahkan sifat buruk agar esok hari kita bisa melaksanakan ibadah Nyepi dengan hati yang bersih," ujar Wayan Lameg.
Meskipun merupakan hari besar umat Hindu, pawai ini nyatanya menjadi magnet bagi seluruh lapisan masyarakat di Way Kanan.
Sepanjang rute pawai, warga dari berbagai latar belakang agama tampak berjejer di pinggir jalan untuk menyaksikan kreativitas seni dari para pemuda Hindu di Banjit.
Wayan Lameg menambahkan bahwa terselenggaranya acara ini tidak lepas dari dukungan lingkungan sekitar.
"Kami sangat bersyukur atas kerukunan yang terjalin di Kecamatan Banjit. Dukungan dari masyarakat sekitar dan aparat keamanan membuat rangkaian hari raya kami berjalan lancar dan penuh kedamaian," tambahnya.
Setelah pawai usai, umat Hindu di Kecamatan Banjit akan segera mempersiapkan diri untuk melaksanakan Catur Brata Penyepian, yang meliputi empat larangan utama:
Amati Geni (tidak menyalakan api/lampu),
Amati Karya (tidak bekerja),
Amati Lelunganan (tidak bepergian),
Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).
Dengan berakhirnya pawai Ogoh-ogoh, diharapkan suasana batin umat Hindu di Way Kanan menjadi lebih siap untuk merenung dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dalam keheningan total selama 24 jam penuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....