Pemkab Way Kanan Perkuat Perlindungan Anak Lewat Program PATBM di Desa

  • 10 Mar 2026 15:42 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus berupaya melakukan pencegahan terhadap kekerasan dan eksploitasi anak melalui berbagai program perlindungan. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan masyarakat serta memperkuat kelembagaan di tingkat desa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Dinas P3AP2KB Way Kanan, Endang Suryaningsih, mengatakan salah satu langkah yang dilakukan yakni penguatan kelembagaan desa. Penguatan tersebut diterapkan melalui program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Menurutnya, PATBM merupakan lembaga yang dibentuk dari masyarakat dan untuk masyarakat. Lembaga ini berperan dalam mendukung upaya perlindungan anak di lingkungan desa.

“Kami juga mendorong adanya kebijakan atau peraturan desa terkait pelaksanaan program PATBM. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan perlindungan anak di tingkat kampung,” ujar Endang, Selasa, 10 Maret 2026.

Ia menilai, program PATBM dinilai mampu membantu mendeteksi secara dini berbagai kasus yang berkaitan dengan anak. Diantaranya kasus eksploitasi anak maupun kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan desa.

Selain itu, Dinas P3AP2KB juga melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan melalui sosialisasi mengenai dampak eksploitasi anak dan kekerasan seksual.

“Tidak hanya itu, edukasi juga diberikan kepada para orang tua mengenai hak-hak anak. Hal ini bertujuan agar orang tua dapat lebih memahami pentingnya perlindungan terhadap anak,” katanya.

Psikolog Viniatry Utami menambahkan pemerintah memiliki peran strategis dalam menjamin tersedianya sistem perlindungan anak yang menyeluruh. Pemerintah bertanggung jawab menyediakan regulasi hukum, layanan rehabilitasi psikologis, serta mekanisme pelaporan yang mudah diakses.

“Tanpa dukungan pemerintah, perlindungan anak berpotensi berjalan tidak merata. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan banyak korban yang tidak tertangani secara optimal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....