Kasih Binmas: Modernisasi Beragama Harus Moderat
- 02 Mar 2026 15:46 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Modernisasi beragama menjadi tolok ukur pelayanan umat di Kementerian Agama. Konsep ini menekankan sikap beragama yang seimbang dan tidak ekstrem.
Kasih Binmas Agama, Rofiq, menjelaskan Indonesia merupakan negara multiagama dan multiras. Karena itu, pendekatan moderat menjadi kewajiban bersama.
“Modernisasi beragama sudah menjadi tolok ukur pelayanan umat yang dicanangkan Menteri Agama,” kata Rofiq, saat diwawancarai, Senin, 2 Maret 2026.
Ia menegaskan, modernisasi beragama adalah cara pandang dan praktik beragama yang adil. Sikap tersebut tidak condong ke kiri maupun ke kanan.
“Artinya tidak keras ke kiri dan tidak keras ke kanan,” ujarnya.
Menurutnya, di era digital saat ini media sosial sangat berpengaruh. Hampir seluruh lapisan masyarakat telah menggunakan gawai dan smartphone.
Media sosial dinilai menjadi sarana paling mudah diakses masyarakat. Beragam konten keagamaan dapat dengan cepat diterima publik.
“Oleh sebab itu, kita harus bijaksana dalam menyikapi media sosial,” ucapnya.
Rofiq mengajak masyarakat menggunakan media sosial secara positif dan bertanggung jawab. Hal itu penting untuk menjaga kerukunan antarumat beragama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....