Game Online Picu Bullying Pelajar, Literasi Digital Diperkuat
- 24 Feb 2026 13:01 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – Maraknya penggunaan teknologi digital memunculkan kekhawatiran baru di dunia pendidikan. Aktivitas pelajar yang berlebihan dalam game online dinilai memicu meningkatnya kasus bullying di sekolah, Selasa, 24 Febuari 2026.
Pegiat Rumah Baca Yussuf Baradatu, Aan Frimadona Roza, mengatakan banyak pelajar terjebak permainan daring. Kondisi itu membuat mereka mengabaikan waktu belajar dan interaksi sosial yang sehat.
Aan menilai game online dapat memicu perilaku agresif pada pelajar. Sikap tersebut sering ditiru dari karakter yang ada dalam permainan digital.
Menurutnya, perilaku seperti mengejek, meremehkan, hingga kekerasan verbal sering berawal dari dunia maya. Pola tersebut kemudian terbawa ke lingkungan sekolah dan memicu bullying.
“Waktu yang seharusnya digunakan pelajar untuk belajar dan berinteraksi positif kini tersita permainan daring,” kata Aan.
Ia menilai sekolah perlu memperkuat kegiatan ekstrakurikuler sebagai solusi. Kegiatan olahraga, seni, literasi, dan sosial dapat membentuk karakter pelajar secara positif.
Selain itu, peran orang tua dan pemerintah dinilai sangat penting dalam pengawasan penggunaan gawai. Literasi digital bijak perlu ditegakkan kembali di lingkungan keluarga.
“Pengawasan penggunaan gawai harus diperkuat agar pelajar tidak terjebak perilaku negatif,” ujarnya.
Aan berharap pemerintah meninjau peredaran aplikasi permainan yang tidak mendidik. Pemblokiran game tertentu dinilai dapat menjadi langkah pencegahan kerusakan moral pelajar.
Ia menegaskan Rumah Baca Yussuf berkomitmen mendukung literasi digital sehat. Pelajar diimbau memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan kreativitas positif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....