Tantangan Budaya Hambat Petani Beralih ke Pertanian Modern
- 22 Feb 2026 09:16 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – Upaya mendorong petani beralih ke praktik pertanian modern dan berkelanjutan masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu kendala utama berasal dari faktor budaya dan kebiasaan petani.
Petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Baradatu, Kiki, mengatakan petani cenderung nyaman dengan metode konvensional. Kondisi ini membuat adopsi teknologi dan metode modern berjalan lambat.
Menurutnya, sebagian petani merasa praktik modern lebih rumit dibandingkan metode tradisional. Hal ini menjadi hambatan dalam memperkenalkan inovasi pertanian yang lebih efisien.
“Petani merasa ribet kalau pakai cara modern, apalagi kalau harus pakai alat,” kata Kiki, Minggu, 22 Febuari 2026.
Ia menjelaskan, penerapan sistem tanam jajar legowo masih belum banyak diminati petani. Petani menilai metode tersebut membutuhkan upaya lebih dibandingkan pola tanam biasa.
“Penanaman dengan jarwo jajar legowo masih banyak yang belum mau menerapkan,” ujarnya.
Kiki menambahkan, tantangan lainnya adalah membangun kepercayaan petani terhadap manfaat metode modern. Penyuluh terus memberikan pemahaman melalui pelatihan dan pendampingan.
“Kami sering mengajak petani pelatihan dan menunjukkan video agar mereka memahami manfaatnya,” ucapnya.
Selain itu, BPP juga memanfaatkan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Fasilitas ini digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani.
Melalui pelatihan berkelanjutan, diharapkan petani mulai terbuka terhadap inovasi pertanian modern. Langkah ini penting untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....