Perubahan Iklim Ganggu Pola Tanam Petani di Baradatu

  • 21 Feb 2026 08:12 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan - Petugas Balai Penyuluhan Pertanian Baradatu, Kiki, menyebut perubahan iklim berdampak nyata. Curah hujan tinggi memengaruhi pola tanam dan produktivitas petani setempat.

Ia mengatakan peningkatan curah hujan memicu munculnya berbagai penyakit tanaman. Kondisi itu berdampak pada penurunan kualitas dan hasil panen petani.

Selain penyakit, banjir juga terjadi di beberapa wilayah pertanian Baradatu. Banjir merendam lahan, meskipun tidak berlangsung lama di semua lokasi.

Menurut Kiki, tanaman jagung menjelang panen rentan roboh akibat genangan air. Kondisi tersebut menyebabkan kerugian karena tanaman tidak bisa kembali tegak.

“Kemarin curah hujan tinggi menyebabkan banjir di beberapa wilayah,” kata Kiki. “Jagung yang hampir panen roboh dan tidak bisa bangun lagi,” ujarnya, Sabtu, 21 Febuari 2026.

Ia menjelaskan cuaca sulit diprediksi sehingga strategi membutuhkan penyesuaian lapangan. Penyuluh terus memberikan pendampingan kepada petani menghadapi kondisi tersebut.

Salah satu langkah dilakukan adalah menanam kembali padi terdampak banjir. Upaya ini bertujuan menjaga produksi dan keberlanjutan usaha tani petani.

BPP Baradatu juga mensosialisasikan langkah adaptasi kepada petani secara berkala. Petani diharapkan lebih siap menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

“Kami terus mendampingi petani agar bisa beradaptasi dengan kondisi cuaca,” kata Kiki. "Pendampingan diharapkan mampu meminimalkan risiko kerugian petani."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....