Petani Jagung Baradatu Hadapi Cuaca, Hama, dan Kekurangan Air
- 19 Feb 2026 09:01 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Petani jagung di Baradatu, Way Kanan, menghadapi kendala meningkatkan produktivitas pertanian. Kendala utama meliputi cuaca, serangan hama penyakit, dan keterbatasan sumber air.
Hal tersebut disampaikan Petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Baradatu, Kiki, berdasarkan pengamatan lapangan. Ia menilai faktor alam menjadi tantangan paling sulit dikendalikan petani. Kondisi ini berdampak langsung pada hasil produksi jagung petani.
“Mungkin yang pertama itu kendala cuaca, kita tidak bisa menghindari,” kata Kiki, Kamis, 19 Februari 2026. "Cuaca tidak menentu mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen jagung."
Kiki juga menyebut serangan hama penyakit menjadi kendala serius petani. Menurutnya, hama menjadi penyebab gagal panen di beberapa lahan petani.
“Kemarin bulai juga banyak menyebabkan gagal panen,” katanya, menambahkan.
Selain itu, keterbatasan air menjadi hambatan utama pertanian jagung di Baradatu. Kondisi ini terjadi karena minimnya sumber air dan sarana pendukung irigasi.
“Untuk pompa air, bantuan pemerintah sudah ada, tetapi belum banyak,” ujar Kiki. "Harapannya, dukungan sarana air dapat meningkatkan produktivitas petani jagung."
Kendala tersebut mempengaruhi upaya peningkatan produksi jagung di wilayah tersebut. Petani membutuhkan dukungan teknologi dan sarana pertanian yang memadai.
BPP Baradatu terus melakukan pendampingan kepada petani melalui penyuluhan pertanian. Diharapkan produktivitas jagung meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....