Karantina Lampung Gagalkan Peredaran Puluhan Ribu Benih Sawit Palsu
- 18 Feb 2026 15:57 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Aksi cepat Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung menggagalkan peredaran 10.142 benih kelapa sawit palsu di Satuan Pelayanan Bandara Radin Inten II. Penindakan ini diperkirakan menyelamatkan sekitar 70 hektare kebun sawit rakyat dari potensi kerugian jangka panjang.
Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan, mengatakan pengungkapan tersebut menjadi peringatan atas maraknya penipuan benih sawit secara daring. Ia menyebut sawit merupakan investasi jangka panjang yang berisiko besar bila menggunakan bibit palsu.
“Sawit adalah investasi jangka panjang. Jika sejak awal yang ditanam adalah bibit palsu, maka 3–4 tahun ke depan mereka baru menyadari hasilnya tidak sesuai harapan,” ujar Donni.
Ia mengungkapkan, penindakan dilakukan melalui empat kali pengawasan intensif sejak 11 hingga 16 Februari 2026. Seluruh benih yang diamankan tidak dilengkapi dokumen perkarantinaan maupun sertifikat asal-usul yang sah.
“Petugas juga menemukan indikasi pencatutan nama perusahaan atau pabrik kelapa sawit tertentu untuk meyakinkan calon pembeli. Modus pelaku yakni memalsukan merek dan sertifikat milik suplier resmi lalu menawarkan produk melalui marketplace dan media sosial,” ucapnya.
Setelah dikonfirmasi, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menegaskan tidak pernah menjual benih sawit melalui marketplace. PPKS menyatakan dirugikan atas praktik pemalsuan tersebut.
Tim PPKS Lampung kemudian melakukan verifikasi sertifikat ke PPKS Medan. Hasil pemeriksaan menyatakan dokumen yang dilampirkan dalam pengiriman tersebut palsu dan tidak pernah diterbitkan.
Perwakilan PPKS Medan, Edy, menjelaskan penyaluran benih resmi hanya melalui kantor PPKS di Medan, aplikasi MySawit, hotline resmi, Prowitra, dan Pos Sawit.
“Kami tidak melakukan penjualan benih melalui platform marketplace apa pun. Di luar mekanisme tersebut, kami pastikan bukan resmi PPKS,” ucapnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....