Karantina Lampung Gagalkan Pengiriman Ribuan Benih Sawit Ilegal
- 17 Feb 2026 21:23 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Lampung Selatan — Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung menggagalkan pengiriman 5.250 butir benih kelapa sawit tanpa dokumen resmi di Bandara Radin Inten II, Minggu 15 Februari 2026. Benih tersebut disamarkan sebagai parcel dan hendak dikirim ke luar daerah.
Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan, mengatakan pengawasan komoditas berisiko tinggi akan terus diperketat. Ia menyebut benih termasuk kategori high risk karena berpotensi menjadi media pembawa hama dan penyakit tumbuhan.
“Benih merupakan komoditas high risk karena dapat menjadi media pembawa hama dan penyakit tumbuhan. Jika lolos tanpa pemeriksaan, dampaknya bisa luas terhadap sektor perkebunan. Kami tidak akan mentolerir pengiriman tanpa dokumen resmi,” ujar Donni, Selasa 17 Februari 2026.
Ia menjelaskan, bibit ilegal pwrtama ditemukan sekitar pukul 06.15 WIB saat petugas bersama Avsec memindai kargo keberangkatan menggunakan mesin X-Ray. Satu paket melalui jasa ekspedisi berlabel parcel berisi empat boks dengan total 1.000 butir benih asal Lampung Selatan tujuan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Kemudian, sekitar pukul 09.15 WIB, lima paket lain kembali terdeteksi dengan pola serupa. Hasil pemeriksaan menunjukkan 4.250 butir benih dikirim dari Metro dan Bandar Lampung menuju Kutai dan Balikpapan, Kalimantan Timur, tanpa Sertifikat Karantina Tumbuhan Antar Area.
"Pengawasan lalu lintas media pembawa tumbuhan diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Regulasi tersebut mewajibkan setiap pengiriman antar area dilaporkan dan dilengkapi dokumen karantina resmi" katanya.
Dia mengingatkan pelaku usaha tidak menyamarkan isi kiriman sebagai parcel umum. Ia juga menegaskan pelanggaran dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan.
"Sepanjang 2026, kasus ini menjadi yang ketiga dengan total 9.892 butir benih tanpa dokumen diamankan. Pada 2025, tercatat dua kasus serupa dengan total 6.450 butir benih yang ditindak," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....