BPS Gunakan Tiga Indeks untuk Nilai Kemiskinan

  • 26 Okt 2025 01:16 WIB
  •  Waykanan

KBRN, Way Kanan: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Way Kanan menjelaskan terdapat tiga indikator utama yang digunakan dalam mengukur tingkat kemiskinan di Indonesia. Ketiga indikator ini menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pengentasan kemiskinan.

Statistisi Ahli Pertama BPS Way Kanan, Delvira Cindy Rosmilda, menyebut indikator pertama adalah Headcount Index atau persentase penduduk miskin. Indeks ini dihitung dengan membandingkan pengeluaran per kapita per bulan dengan garis kemiskinan.

Selanjutnya, indikator kedua yaitu Poverty Gap Index atau indeks kedalaman kemiskinan. Ukuran ini menggambarkan rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.

“Semakin tinggi nilai Poverty Gap Index, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk miskin dari garis kemiskinan,” kata Delvira Cindy Rosmilda, Sabtu (26/10/2025).

Adapun indikator ketiga adalah Poverty Severity Index atau indeks keparahan kemiskinan, yang memberikan gambaran mengenai ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

Menurut Delvira, ketiga indikator tersebut menjadi alat ukur penting dalam memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat. Ia mengatakan data ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....