Musim Hujan Ancaman Petani Cabai

  • 31 Agt 2025 18:54 WIB
  •  Waykanan

KBRN, Way Kanan: Petani cabai di Indonesia menghadapi tantangan besar setiap musim hujan, yaitu wabah penyakit patek atau antraknosa. Penyakit ini, yang disebabkan oleh jamur, dapat menyebabkan kerugian ekonomi secara signifikan di seluruh pertanian cabai tropis maupun subtropis. Kementan memperingatkan bahwa serangan parah bisa mengakibatkan kehilangan hasil panen antara 14-80%, membuat petani merana.

Patek sangat aktif berkembang di kondisi kelembaban tinggi yang menjadi ciri khas musim hujan. Jamur Colletotrichum Capsici menginfeksi cabang, ranting, daun, dan buah cabai. Serangannya dimulai dari fase perkecambahan, fase vegetatif, hingga pascapanen, menunjukkan betapa rentannya tanaman cabai terhadap penyakit ini sepanjang siklus hidupnya.

Awalnya, penyakit ini muncul sebagai bintik-bintik kecil kehitaman yang sedikit melengkung pada permukaan buah. Seiring waktu, gejala ini berkembang menjadi lebih parah: buah akan mengerut, mengering, membusuk, dan akhirnya terjatuh. Proses ini tidak hanya merusak tanaman di ladang, tetapi juga bisa berlanjut pada produk yang sudah dipanen, menyebabkan kerugian pascapanen yang tak kalah besar.

Untuk mengatasi ancaman serius ini, Kementan menyarankan petani untuk mengambil langkah-langkah proaktif. Pengendalian dapat dimulai dengan pemilihan bibit yang sehat dan memastikan sirkulasi udara yang baik di area tanam. Namun, jika penyakit sudah menyebar, penggunaan fungisida baik kontak maupun sistemik menjadi langkah penting untuk menyelamatkan panen. Kementan menggarisbawahi pentingnya pencegahan dan penanganan cepat untuk meminimalkan dampak ekonomi yang merugikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....