Pesantren Kilat SMPN 7 Banjit Dimulai, Siarkan Tausiyah via Radio Komunitas

  • 27 Feb 2026 10:56 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Gema selawat dan lantunan ayat suci Al-Qur'an memenuhi Mushola UPT SMPN 7 Banjit, Jumat, 27 Februari 2026. Suasana religius ini menandai dibukanya kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan 1447 Hijriah oleh Kepala Sekolah, Aan Frimadona Roza.

Kegiatan yang diikuti seluruh dewan guru dan peserta didik ini dirancang bukan sekadar agenda rutin tahunan. Kepala UPT SMPN 7 Banjit, Aan Frimadona Roza, mengatakan kegiatan ini adalah momentum untuk mentransformasi karakter siswa.

"Ramadan adalah madrasah kehidupan. Melalui Sanlat ini, kita ingin memperkuat iman dan membentuk karakter siswa yang berakhlakul karimah. Ini waktu bagi siswa untuk melatih kesabaran, kedisiplinan, dan meningkatkan kepedulian sosial," ujar Aan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Romdoni, menjelaskan rangkaian Sanlat tahun ini akan dilaksanakan setiap hari Jumat, yaitu 27 Februari, 6 Maret, dan berakhir 23 Maret 2026.

Pada hari pertama, agenda difokuskan pada Tilawatil Qur'an massal. Di bawah bimbingan para guru, siswa tampak khusyuk melantunkan ayat suci.

Inovasi menarik akan hadir pada Jumat kedua, 6 Maret 2026. SMPN 7 Banjit menggandeng Radio Komunitas Pelita FM 107.7 MHz untuk menyiarkan langsung sesi tausiah yang dibawakan perwakilan siswa.

"Langkah ini kami ambil agar syiar Ramadan dari sekolah tidak hanya dirasakan warga internal, tetapi juga bisa didengar masyarakat luas di sekitar Banjit," ujar Romdoni.

Sebagai penutup pada 23 Maret 2026, sekolah akan menggelar Khataman Al-Qur'an massal oleh seluruh siswa. Selain ibadah, aspek sosial juga menjadi prioritas melalui program berbagi takjil dan pengelolaan zakat fitrah.

Zakat fitrah yang dikumpulkan akan disalurkan kepada warga sekolah dan masyarakat sekitar yang berhak menerima (mustahik). Hal ini diharapkan menjadi wujud nyata nilai-nilai kebaikan selama bulan suci.

Dengan dimulainya Sanlat ini, pihak sekolah berharap nilai religiusitas yang ditanamkan tidak hanya berhenti di Ramadan, tetapi membekas dalam perilaku sehari-hari para siswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....