menghindari Ghibah dan Adu Domba di Lingkungan Masyarakat
- 25 Feb 2026 17:45 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID,Way Kanan:Ramadhan adalah bulan suci yang dinantikan oleh seluruh umat Muslim. Ia bukan sekadar momen untuk menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, Ramadhan adalah madrasah spiritual untuk menahan hawa nafsu, mengendalikan emosi, dan menyucikan hati.
Ustad Muhamad Rouful Hakim Mengatakan , seringkali makna puasa ternoda oleh kebiasaan buruk yang terjadi di lingkungan masyarakat, yakni ghibah (menggunjing) dan adu domba (namimah). Meskipun secara fiqih puasa tetap sah, perbuatan ini diyakini mayoritas ulama dapat menggugurkan pahala puasa, menjadikan ibadah kita sia-sia belaka.
Ghibah adalah membicarakan aib, keburukan, atau hal-hal yang tidak disukai seseorang di belakangnya. Saat Ramadhan, lingkungan masyarakat sering menjadi tempat subur untuk bergibah, seperti saat ngabuburit, menunggu buka puasa, atau selepas tarawih.
Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa adalah perisai. Ghibah menghancurkan perisai tersebut. Dalam sebuah hadits disebutkan lima perbuatan yang menghapus pahala puasa: berbohong, menggunjing (ghibah), mengadu domba, bersumpah palsu, dan memandang dengan syahwat.
Bayangkan, kita sudah menahan lapar dan dahaga selama 13-14 jam, namun pahalanya hilang begitu saja karena lidah yang tidak dijaga.
Lebih berbahaya lagi adalah adu domba atau namimah. Ini adalah perbuatan menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.
Di tengah masyarakat, adu domba sering menyebabkan permusuhan, kecurigaan, bahkan perpecahan persaudaraan. Di bulan yang penuh kasih sayang ini, seharusnya kita menyambung silaturahmi, bukan memutusnya dengan menyebarkan berita bohong atau memprovokasi antar tetangga.
Mengapa Harus Dihindari saat Ramadhan?
- Menghilangkan Pahala Puasa: Puasa menjadi hampa, hanya mendapat lapar dan haus.
- Merusak Kualitas Ibadah: Ramadhan adalah waktu untuk meningkatkan ketakwaan. Ghibah justru mendekatkan pada kemaksiatan.
- Memecah Sosial Masyarakat: Adu domba merusak keharmonisan tetangga dan komunitas.
- Bahaya di Akhirat: Orang yang suka menggunjing akan menjadi orang yang rugi (muflis) karena pahalanya diberikan kepada orang yang digunjinginya.
Tips Menghindari Ghibah dan Adu Domba
Agar puasa Ramadhan kita berkualitas dan membawa keberkahan, mari terapkan langkah berikut:
- Ingat Bahaya Dosa: Selalu ingat bahwa lisan yang tidak dijaga akan menjadi bumerang bagi pahala puasa kita.
- Katakan "Saya Sedang Puasa": Jika berada dalam lingkaran percakapan ghibah, beranikan diri untuk menegur atau cukup katakan, "Maaf, saya sedang puasa" untuk menghentikan obrolan tersebut.
- Sibukkan Diri dengan Hal Bermanfaat: Ganti waktu nongkrong sia-sia dengan membaca Al-Qur'an, mengikuti kajian, atau dzikir.
- Hindari Lingkungan Toxic: Jika lingkungan masyarakat atau kelompok main cenderung suka bergosip, lebih baik menarik diri sejenak dan mencari lingkungan yang lebih positif.
- Tabayyun (Klarifikasi): Jika mendengar berita yang berpotensi adu domba, lakukan tabayyun atau klarifikasi terlebih dahulu sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Ramadhan adalah kesempatan emas untuk melatih diri. Menjaga lisan tidak hanya membuat puasa kita diterima, tetapi juga menciptakan lingkungan masyarakat yang damai dan harmonis. Jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik balik untuk meninggalkan kebiasaan ghibah dan adu domba, serta menggantinya dengan ucapan yang baik atau diam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....