ICMI: Libur Ramadan Strategis Bentuk Karakter SDM
- 14 Feb 2026 11:16 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID,Way Kanan - Libur awal Ramadan yang biasanya dipahami sebagai masa jeda aktivitas akademik di sekolah, dinilai memiliki makna strategis yang jauh lebih dalam bagi pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Way Kanan Bidang SDM dan Pendidikan, Aan Primadona Roza, mengatakan Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan momentum untuk pembentukan karakter dan penguatan kualitas moral generasi muda.
"Jika pendidikan formal memberi ruang pada penguatan akademik, maka Ramadan memberi ruang pada penguatan spiritual dan moral. Keduanya tidak boleh dipisahkan," ujar Aan dalam keterangannya, Sabtu 14 Februari 2026.
Sebagai bagian dari jajaran pengurus ICMI, Aan menekankan bahwa indikator SDM unggul tidak hanya diukur melalui capaian angka-angka akademik di sekolah. Integritas, kedisiplinan, dan kepedulian sosial merupakan pilar utama yang harus dibangun secara beriringan.
Ia memandang libur awal puasa sebagai "kesempatan emas" bagi orang tua untuk mengambil peran lebih dominan dalam pendidikan karakter anak yang mungkin selama ini lebih banyak porsinya di sekolah.
"Di Way Kanan, tantangan pendidikan kita bukan hanya soal mutu akademik, tetapi juga pembinaan akhlak dan daya tahan moral generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi. Ramadan menghadirkan ruang kontemplasi di mana anak belajar menahan diri, mengelola waktu, serta meningkatkan empati melalui kegiatan sosial," jelasnya.
Dalam konteks pembinaan SDM, Aan mendorong agar waktu senggang selama jeda sekolah ini diisi dengan berbagai kegiatan yang produktif dan edukatif. Ia menyarankan penguatan literasi melalui pesantren kilat, diskusi remaja masjid, hingga aksi sosial kemasyarakatan.
Baginya, kunci keberhasilan pembinaan ini terletak pada kolaborasi yang apik antara sekolah, orang tua, dan organisasi kemasyarakatan.
"Ramadan adalah ‘kelas kehidupan’ yang sangat efektif. Di bulan ini, anak tidak hanya belajar memahami teks, tetapi juga memahami diri sendiri. Mereka tidak hanya belajar teori disiplin, tetapi mempraktikkannya secara langsung melalui ibadah puasa," jelas Aan.
Aan berharap sinergi antara institusi pendidikan dan organisasi seperti ICMI dapat terus diperkuat. Tujuannya untuk memastikan momentum Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi gerakan nyata dalam mencetak generasi intelektual yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia (ulil albab).
"Kualitas suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Dan pembinaan itu harus dimulai dari unit terkecil, yakni rumah, lalu diperkuat di masjid dan sekolah. Ketiganya harus saling menguatkan," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....