Kampung Bukit Gemuruh Terus Upayakan Pengentasan Kemiskinan

  • 06 Okt 2025 12:32 WIB
  •  Waykanan

KBRN, Way Kanan: Pemerintah Kampung Bukit Gemuruh, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

Kampung yang memiliki sekitar 700 kepala keluarga ini didominasi warga yang berprofesi sebagai petani, dengan sebagian besar masih berada dalam kondisi prasejahtera. Berdasarkan data pemerintah kampung setempat, sekitar 25 persen warga masih berada di bawah garis kemiskinan atau tergolong miskin ekstrem.

Kepala Kampung Bukit Gemuruh, Tauzi, mengatakan pihaknya terus berkomitmen melakukan berbagai langkah perbaikan ekonomi masyarakat agar taraf hidup warga menjadi lebih baik. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) dan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah kampung juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan warga miskin agar terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data tersebut menjadi dasar bagi masyarakat yang berhak menerima berbagai bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun program bantuan lainnya.

"Program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan pemerintah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Program tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat serta pengembangan usaha mikro dan kecil," kata Tauzi, Senin (6/10/2025).

Dia menambahkan melalui program pemberdayaan ekonomi dan dukungan sosial, diharapkan masyarakat dapat memiliki kemampuan untuk mandiri secara ekonomi. Pemerintah kampung pun terus mendorong agar warga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan kegiatan produktif.

Namun demikian, menurut Tauzi, program bantuan sosial semata tidak cukup untuk mengentaskan kemiskinan secara berkelanjutan.

“Tanpa menciptakan banyak lapangan kerja, program pengentasan kemiskinan yang berfokus pada bantuan sosial dinilai kurang efektif karena hanya menjadi solusi jangka pendek,” ujarnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....