Sembahyang Bersama di Pura Melasti Sambut Nyepi Saka 1948
- 16 Mar 2026 10:29 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Suasana khidmat menyelimuti Pura Melasti Bali Sadhar Utara, Kecamatan Banjit, Minggu, 15 Maret 2026. Ratusan umat Hindu setempat berkumpul untuk melaksanakan ritual sembahyang bersama sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk melakukan penyucian diri (penyucian buana alit dan buana agung) sebelum memasuki masa hening atau Catur Brata Penyepian.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Banjit, Wayan Lameg, mengatakan ritual tahun ini mengusung semangat kebersamaan dan kedamaian. Menurutnya, persembahyangan di Pura Melasti merupakan simbol pembersihan segala kekotoran rohani agar umat siap menjalankan ibadah Nyepi dengan hati yang suci.
"Hari ini kita melaksanakan sembahyang bersama dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948. Kami berharap melalui momentum ini, umat dapat lebih meningkatkan disiplin spiritual dan menjaga kerukunan antar sesama," ujar Wayan Lameg.
Pantauan di lokasi menunjukkan para pemedek (umat) datang dengan mengenakan pakaian adat khas Bali yang didominasi warna putih, melambangkan kesucian. Prosesi berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, dipandu oleh para pemangku pura.
Wayan Lameg juga berpesan kepada seluruh umat Hindu di Kecamatan Banjit agar dalam pelaksanaan Nyepi nanti, tetap mematuhi empat pantangan utama (Catur Brata Penyepian), yakni Amati Geni (tidak menyalakan api/lampu).Amati Karya (tidak bekerja).Amati Lelunganan (tidak bepergian).Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).
Perayaan Nyepi Saka 1948 ini diharapkan menjadi sarana introspeksi diri bagi masyarakat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi keharmonisan di lingkungan sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....