Kenalan dengan Kimpul: Umbi Lokal yang Lezat, Bergizi

  • 24 Agt 2026 15:05 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:ndonesia dianugerahi kekayaan pangan lokal yang luar biasa. Di tengah kampanye diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan terigu, ada satu jenis umbi-umbian yang patut mendapat perhatian lebih: kimpul. Sering kali tertukar dengan talas biasa, umbi tradisional ini tidak hanya menawarkan rasa yang lezat dan gurih, tetapi juga menyimpan segudang manfaat kesehatan yang mengagumkan.

Dikutip dari laman BPOM mari kita berkenalan lebih dekat dengan kimpul, pangan lokal yang siap naik kelas menjadi primadona kuliner sehat.
Mengenal Kimpul, Si "Talas Belitung"
Kimpul (memiliki nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium) juga populer dikenal dengan nama talas belitung, kenthang, atau taro jawa di beberapa daerah. Secara fisik, tanaman kimpul memiliki daun berbentuk seperti mata panah yang lebar.
Berbeda dengan talas bogor yang biasanya dipanen umbi utamanya, tanaman kimpul menghasilkan banyak umbi anakan (cormel) yang tumbuh mengelilingi umbi induk di dalam tanah. Umbi-umbian kecil inilah yang dikonsumsi masyarakat. Tekstur daging kimpul cenderung lebih padat, tidak terlalu berlendir dibandingkan talas biasa, dan memiliki rasa gurih alami yang khas setelah dimasak.
Kandungan Gizi Tinggi: Kaya Serat dan Bebas Gluten
Jangan sepelekan tampilannya yang berselimut tanah. Kimpul adalah sumber nutrisi yang sangat baik untuk tubuh. Berikut adalah beberapa keunggulan gizi yang tertanam di dalam umbi kimpul:
  • Karbohidrat Kompleks: Kimpul merupakan sumber energi yang baik. Karbohidratnya bersifat kompleks, sehingga dicerna lebih lambat oleh tubuh dan tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis.
  • Ukuran Granula Pati yang Sangat Kecil: Karakteristik unik kimpul adalah ukuran granula patinya yang sangat kecil dan halus. Hal ini membuat kimpul menjadi makanan yang sangat mudah dicerna oleh lambung, sehingga sangat aman dikonsumsi oleh penderita mag, lansia, hingga anak-anak sebagai makanan pendamping ASI (MPASI).
  • Bebas Gluten (Gluten-Free): Bagi orang yang memiliki intoleransi gluten atau penyandang celiac, tepung kimpul dapat menjadi alternatif pengganti tepung terigu yang sempurna untuk membuat kue dan camilan.
  • Kaya Mineral dan Vitamin: Kimpul mengandung kalsium, fosfor, zat besi, serta vitamin B dan C yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan tulang.
Tips Mengolah Kimpul Agar Tidak Gatal
Salah satu alasan mengapa sebagian orang ragu mengolah kimpul adalah adanya kandungan kristal kalsium oksalat yang dapat memicu rasa gatal di mulut dan tenggorokan. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Rasa gatal ini bisa dihilangkan dengan mudah melalui teknik pembersihan yang benar:
  • Kupas Bersih: Kupas kulit kimpul hingga bersih, lalu potong-potong sesuai selera.
  • Rendam Air Garam: Rendam potongan kimpul di dalam air yang telah diberi garam selama 15-20 menit. Garam membantu melarutkan kristal oksalat.
  • Cuci dengan Air Mengalir: Bilas kimpul beberapa kali di bawah air mengalir hingga lendirnya berkurang drastis sebelum dimasak.
Setelah bersih, kimpul sangat fleksibel untuk diolah. Anda bisa sekadar mengukus atau merebusnya untuk teman minum kopi di sore hari. Bagi pencinta camilan renyah, kimpul sangat lezat diiris tipis untuk dijadikan keripik. Di dunia kuliner modern, kimpul kini banyak diolah menjadi tepung untuk bahan baku pembuat mi organik, bubur bayi, hingga berbagai kue basah.
Kesimpulan
Mencintai pangan lokal berarti menjaga ketahanan pangan bangsa dari meja makan kita sendiri. Kimpul terbukti bukan sekadar umbi ndeso biasa, melainkan bahan pangan fungsional yang lezat, murah, dan kaya gizi. Sudah siap memasukkan kimpul ke dalam daftar belanjaan mingguan Anda..
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....