Masih Layak Makan tapi Terbuang

  • 18 Apr 2026 14:10 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:Istilah "Food Loss" dan "Food Waste" menjadi tantangan besar di Indonesia. Banyak makanan yang sebenarnya masih sangat layak konsumsi justru berakhir di tempat sampah karena standar estetika atau kesalahan manajemen dapur.

Dikutip dari laman Badan POM berikut adalah ulasan mengapa fenomena ini terjadi dan cara kita mengatasinya:

1. Penyebab Makanan Layak Terbuang
Ada beberapa alasan mengapa makanan yang masih bagus sering disingkirkan:
  • Standar Estetika: Buah atau sayur yang bentuknya sedikit "jelek", layu sebagian, atau ukurannya tidak seragam sering tidak laku di pasar.
  • Kesalahan Membaca Label: Banyak orang membuang makanan tepat saat tanggal "Best Before" (baik digunakan sebelum), padahal makanan tersebut masih aman dikonsumsi namun kualitas rasanya sedikit menurun.
  • Porsi Berlebihan: Memasak atau memesan makanan dalam jumlah besar yang akhirnya tidak habis dan tidak disimpan kembali dengan benar.

2. Dampak yang Terabaikan
Membuang makanan layak konsumsi bukan hanya soal kerugian uang, tapi juga:
  • Efek Rumah Kaca: Makanan yang membusuk di TPA menghasilkan gas metana yang merusak lapisan ozon.
  • Pemborosan Sumber Daya: Air, lahan, dan energi yang digunakan untuk memproduksi makanan tersebut terbuang sia-sia.
  • Kesenjangan Sosial: Di saat jutaan ton makanan dibuang, masih banyak masyarakat yang kesulitan mengakses pangan bergizi.

3. Cara Menyelamatkan Makanan Layak
Kita bisa memulai gerakan penyelamatan makanan dengan langkah sederhana:
  • Olahraga Kreatif di Dapur: Ubah pisang yang terlalu matang menjadi bolu, atau sisa sayuran menjadi kaldu.
  • Food Rescue App: Gunakan aplikasi atau komunitas surplus food yang menjual makanan layak dari kafe/restoran dengan harga murah di akhir jam operasional.
  • Donasi: Berikan kelebihan makanan layak konsumsi kepada bank makanan (food bank) atau mereka yang membutuhkan sebelum kualitasnya menurun.

Ingat: Satu porsi nasi yang Anda buang membutuhkan ribuan liter air dan waktu berbulan-bulan untuk diproduksi.
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....