Takaran Saji: Angka Kecil yang Sering Terlewatkan

  • 13 Sep 2026 16:01 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:Pernahkah Anda membeli sebungkus camilan, melihat label di belakangnya, lalu menghela napas lega karena kalorinya tertulis "hanya 120 kkal" atau gulanya "cuma 5 gram"? Jangan buru-buru senang. Kemungkinan besar, Anda sedang terjebak oleh angka kecil yang paling sering dilewatkan di tabel Informasi Nilai Gizi (ING): Takaran Saji.

Dikutip dari laman BPOM banyak orang langsung fokus melihat kolom kalori, lemak, atau gula tanpa memeriksa berapa porsi yang dimaksud oleh angka-angka tersebut. Padahal, mengabaikan takaran saji bisa menjadi bumerang bagi kesehatan dan program diet Anda.
Apa Itu Takaran Saji?
Takaran saji adalah jumlah pangan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi dalam satu kali makan. Angka ini ditentukan oleh produsen berdasarkan standar porsi makan yang wajar.
Kunci yang sering terlewatkan adalah kalimat di bawahnya atau di sampingnya: "Jumlah Sajian Per Kemasan". Kalimat ini menunjukkan berapa banyak porsi tiruan yang ada di dalam satu bungkus makanan tersebut.
Sebagai contoh, Anda membeli sebotol minuman manis berukuran 500 ml. Di tabel gizi tertulis:
  • Takaran Saji: 250 ml
  • Jumlah Sajian per Kemasan: 2
  • Gula per Sajian: 15 gram
Jika Anda meminum habis seluruh isi botol tersebut dalam satu waktu, Anda tidak mengonsumsi 15 gram gula. Anda telah mengonsumsi 30 gram gula (15 gram x 2 sajian). Begitu pula dengan kalori dan lemaknya, semuanya harus dikalikan dua.
Ilusi "Rendah Kalori" yang Menjebak
Produsen makanan sering kali membagi satu kemasan yang terlihat kecil menjadi beberapa takaran saji. Hal ini secara psikologis membuat produk mereka terlihat lebih sehat karena angka kalori dan gulanya tampak rendah di mata konsumen yang kurang teliti.
Beberapa produk yang takaran sajinya sering mengecoh antara lain:
  • Mie instan: Beberapa merek membagi satu bungkus menjadi dua sajian.
  • Keripik kentang kantong besar: Satu kantong bisa berisi 3 hingga 5 sajian.
  • Susu kotak atau jus buah: Kemasan sedang yang sering dihabiskan sekali minum ternyata ditujukan untuk 2 kali konsumsi.
Jika Anda langsung menghabiskan sebungkus keripik tanpa melihat takaran sajinya, kalori yang masuk ke tubuh bisa setara dengan sepiring nasi padang lengkap dengan lauknya.
Cara Cerdas Membaca Label Gizi Tanpa Terkecoh
Mulai sekarang, ubah kebiasaan Anda saat membaca Informasi Nilai Gizi di balik kemasan makanan dengan langkah mudah berikut:
  1. Lihat "Sajian Per Kemasan" Terlebih Dahulu
    Sebelum melihat angka kalori, cek berapa porsi isi kemasan tersebut. Jujurlah pada diri sendiri, apakah Anda akan membaginya atau menghabiskannya sekaligus.
  2. Lakukan Perkalian Cepat
    Jika Anda berniat menghabiskan seluruh isi bungkusnya, kalikan semua angka gizi (kalori, lemak, gula, natrium) dengan jumlah sajian per kemasan.
  3. Perhatikan Persen AKG (% Angka Kecukupan Gizi)
    Angka persentase ini menunjukkan seberapa banyak kebutuhan gizi harian Anda yang terpenuhi oleh satu takaran saji tersebut, bukan oleh seluruh isi kemasan.
Kesehatan jangka panjang kita dibangun dari ketelitian-ketelitian kecil. Jangan biarkan angka kecil bernama takaran saji ini merusak target kebugaran Anda. Jadilah konsumen yang cerdas dengan selalu memeriksa porsi saji sebelum membuka dan menikmati makanan kemasan Anda.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....