Jangan Minum Air yang Ditinggal di dalam Mobil?

  • 24 Agt 2026 15:00 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:Meninggalkan botol air minum di dalam mobil adalah kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang. Saat terjebak macet atau merasa haus di tengah jalan, botol air yang tertinggal tersebut sering kali menjadi penyelamat darurat.

Dikutip dari laman Badan Pom ada ancaman kesehatan yang nyata. Meminum air yang telah lama ditinggalkan di dalam mobil—terutama yang terparkir di bawah terik matahari—sangat tidak disarankan oleh para ahli kesehatan dan keamanan pangan.
Apa yang Terjadi pada Air di dalam Mobil?
Ketika mobil diparkir di tempat terbuka, suhu di dalam kabin bisa meningkat drastis dalam waktu singkat. Sebagai gambaran, jika suhu luar ruangan mencapai 30°C, suhu di dalam mobil yang tertutup dapat melonjak hingga lebih dari 50°C hanya dalam hitungan menit.
Kombinasi antara suhu panas dan wadah plastik inilah yang memicu risiko kesehatan melalui dua jalur utama:
1. Paparan Zat Kimia Berbahaya dari Plastik (Leaching)
Sebagian besar air minum kemasan menggunakan botol plastik sekali pakai yang terbuat dari bahan Polyethylene Terephthalate (PET atau singkatan angka 1 di bagian bawah botol).
  • Efek Panas: Suhu tinggi di dalam mobil dapat merusak ikatan kimia pada plastik botol.
  • Migrasi Kimia: Kerusakan ini menyebabkan zat kimia berbahaya seperti Antimon (logam berat yang digunakan dalam pembuatan plastik) dan komponen plastik lainnya luruh (leaching) langsung ke dalam air minum.
  • Dampak Jangka Panjang: Mengonsumsi air yang terkontaminasi zat kimia ini secara terus-menerus dapat memicu gangguan hormon, masalah reproduksi, hingga peningkatan risiko kanker dalam jangka panjang.
2. Perkembangan Bakteri yang Sangat Cepat
Jika botol air tersebut sudah pernah dibuka dan Anda telah meminumnya langsung dari mulut botol, air tersebut tidak lagi steril.
  • Kontaminasi Awal: Air liur Anda membawa jutaan bakteri alami dari mulut ke dalam air dan area leher botol.
  • Inkubator Alami: Suhu hangat di dalam mobil yang ditinggal bertindak seperti mesin inkubator buatan. Suhu ini adalah kondisi paling ideal bagi bakteri untuk membelah diri secara eksponensial.
  • Dampak Langsung: Meminum air yang sudah dipenuhi bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan instan, seperti sakit perut, mual, hingga diare.
Risiko Tambahan: Bahaya Kebakaran
Selain risiko kesehatan, meninggalkan botol air mineral bening yang penuh di dalam mobil juga menyimpan risiko fisik yang jarang disadari: kebakaran.
Botol plastik bening berbentuk bulat yang berisi air jernih dapat bertindak seperti lensa pembesar (kaca pembesar). Jika terkena sinar matahari langsung pada sudut yang tepat, botol dapat memfokuskan cahaya matahari ke satu titik di jok atau dasbor mobil. Panas yang terpusat ini cukup untuk membakar material kain atau kulit di dalam mobil dan memicu kebakaran kecil.
Langkah Aman yang Harus Anda Lakukan
Untuk menghindari risiko kesehatan dan keamanan di atas, terapkan kebiasaan baru berikut ini:
  • Jangan Membawa Pulang Sisa Air: Jika botol air sudah tertinggal di mobil yang panas selama beberapa jam atau seharian, jangan diminum. Gunakan air tersebut untuk menyiram tanaman atau langsung buang.
  • Gunakan Tumbler Berbahan Stainless Steel: Jika Anda harus meninggalkan air di mobil, gunakan botol minum berbahan stainless steel (baja tahan karat) yang memiliki fitur isolasi termal (termos). Bahan ini tidak akan meluruhkan zat kimia akibat panas dan menjaga suhu air tetap stabil.
  • Bawa Botol Masuk: Selalu biasakan untuk membawa botol minum Anda keluar saat Anda memarkirkan dan meninggalkan mobil.
Air putih memang menyehatkan, namun wadah dan cara menyimpannya sangat menentukan kualitasnya. Demi menjaga kesehatan tubuh dan menghindari kontaminasi zat kimia maupun bakteri, belilah air minum baru atau bawalah botol stainless steel yang aman daripada meminum air yang sudah mengendap di dalam mobil yang panas.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....