Telur Setengah Matang untuk Anak: Aman atau Berisiko?

  • 24 Agt 2026 15:02 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:Telur adalah salah satu sumber nutrisi terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak. Bahan makanan ini kaya akan protein berkualitas tinggi, kolin untuk perkembangan otak, serta berbagai vitamin penting. Namun, cara memasak telur sangat menentukan apakah makanan ini akan membawa manfaat atau justru memicu penyakit pada si kecil.

Dikutip dari laman Badan Pom banyak orang tua gemar menyajikan telur setengah matang karena teksturnya yang lembut dan dinilai lebih mudah ditelan oleh anak. Namun, apakah kebiasaan ini aman?
Mengapa Telur Setengah Matang Berisiko bagi Anak?
Alasan utama telur setengah matang dilarang untuk anak-anak adalah risiko kontaminasi Bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat hidup di dalam kuning maupun putih telur, serta pada cangkangnya.
Ketika telur tidak dimasak hingga benar-benar matang (baik kuning maupun putihnya masih cair), bakteri Salmonella tetap hidup dan dapat masuk ke dalam tubuh anak.
Anak-anak—terutama yang berusia di bawah 5 tahun—memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum matang. Akibatnya, mereka jauh lebih rentan mengalami keracunan makanan yang parah dibandingkan orang dewasa.
Gejala Infeksi Salmonella pada Anak
Jika anak mengonsumsi telur yang terkontaminasi, gejala biasanya muncul dalam waktu 6 hingga 72 jam, meliputi:
  • Diare parah (terkadang disertai darah)
  • Kram perut yang hebat
  • Demam tinggi
  • Muntah-muntah
  • Dehidrasi (akibat kehilangan banyak cairan)
Pada kasus yang parah, infeksi ini dapat menyebar ke aliran darah dan memerlukan penanganan medis intensif di rumah sakit.
Kapan Anak Boleh Mengonsumsi Telur Setengah Matang?
Sebagian besar pakar kesehatan dan lembaga keamanan pangan internasional menyarankan untuk menunda pemberian telur setengah matang hingga anak berusia minimal 5 tahun, dengan catatan anak dalam kondisi sehat dan tidak memiliki gangguan sistem imun.
Namun, untuk keamanan yang mutlak, menyajikan telur yang dimasak matang sempurna selalu menjadi pilihan terbaik bagi anak-anak usia berapa pun.
Cara Aman Menyajikan Telur untuk Si Kecil
Untuk mendapatkan manfaat nutrisi telur tanpa mengorbankan kesehatan anak, terapkan langkah-langkah berkendara pangan yang aman berikut:
  • Masak Hingga Padat: Pastikan bagian putih dan kuning telur sudah benar-benar mengeras dan tidak ada bagian yang berair saat dimasak.
  • Gunakan Telur Pasturisasi: Jika Anda terpaksa menggunakan telur dalam resep yang tidak dimasak matang (misalnya saus atau kue tertentu), gunakan telur yang sudah melalui proses pasteurisasi (pemanasan khusus untuk membunuh bakteri tanpa mematangkan telur).
  • Penyimpanan yang Benar: Selalu simpan telur di dalam kulkas (suhu di bawah 4°C) untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Jangan biarkan telur berada di suhu ruangan lebih dari 2 jam.
  • Jaga Kebersihan: Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah mengolah telur mentah. Bersihkan juga peralatan dapur yang bersentuhan dengan telur mentah agar tidak terjadi kontaminasi silang ke makanan lain.
  • Periksa Cangkang: Jangan pernah membeli atau memasak telur yang cangkangnya retak atau kotor oleh kotoran ayam, karena risiko penularan bakterinya jauh lebih tinggi.
Meskipun telur setengah matang terlihat lezat dan bergizi, risiko kesehatan yang dipertaruhkan jauh lebih besar daripada manfaatnya bagi anak-anak. Demi menjaga pencernaan dan kesehatan si kecil, selalu sajikan telur dalam kondisi matang sempurna seperti telur rebus matang, telur dadar, atau telur mata sapi yang dibalik.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....