Jangan Sampai Hepatitis B Berujung Kanker Hati

  • 24 Agt 2026 15:04 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:Hepatitis B kronis adalah salah satu penyebab utama kanker hati (karsinoma hepatoseluler) di Indonesia. Banyak orang tidak menyadari bahwa virus ini bekerja secara diam-diam (silent killer). Infeksi jangka panjang dapat merusak sel-sel hati secara perlahan hingga memicu kanker, bahkan tanpa melalui tahapan sirosis (jaringan parut) terlebih dahulu.

Dikutip dari laman Kemenkes RI mengingat bahaya fatal yang mengintai, memahami perjalanan penyakit ini dan mengambil langkah preventif sedini mungkin adalah kunci utama menyelamatkan nyawa.
Bagaimana Hepatitis B Bisa Menjadi Kanker Hati?
Ketika virus Hepatitis B (HBV) menetap di dalam tubuh lebih dari 6 bulan, infeksi tersebut berubah menjadi fase kronis. Infeksi kronis ini memicu perang asimetris di dalam tubuh:
  • Peradangan Terus-Menerus: Sistem imun yang berusaha melawan virus justru menyebabkan peradangan kronis pada sel-sel hati.
  • Kerusakan DNA Sel: Virus Hepatitis B bersifat onkogenik. Artinya, DNA virus dapat berintegrasi langsung dengan DNA sel hati manusia. Hal ini menyebabkan mutasi genetik yang memaksa sel hati tumbuh secara tidak terkendali menjadi sel kanker.
  • Jalur Sirosis Hati: Pada sebagian besar kasus, peradangan bertahun-tahun akan menggantikan jaringan hati sehat dengan jaringan parut (sirosis). Hati yang mengalami sirosis memiliki risiko sangat tinggi untuk berkembang menjadi kanker hati.
Langkah Nyata Memutus Rantai Hepatitis B ke Kanker Hati
Kabar baiknya, perkembangan infeksi Hepatitis B menuju kanker hati sangat bisa dicegah melalui intervensi medis yang tepat. Berikut adalah langkah-langkah krusial yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI dan para ahli medis:
  • Lakukan Skrining dan Deteksi Dini: Lakukan tes darah HBsAg untuk mengetahui status infeksi Anda. Layanan ini kini diintegrasikan pemerintah dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
  • Dapatkan Vaksinasi Jaring Pengaman: Bagi yang hasil tesnya negatif, segera lengkapi 3 dosis vaksinasi Hepatitis B untuk perlindungan jangka panjang.
  • Terapi Antivirus Berkala bagi Penderita: Jika Anda sudah terdiagnosis positif Hepatitis B kronis, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan terapi obat antivirus (seperti Tenofovir atau Lamivudine). Obat ini terbukti efektif menekan jumlah virus (viral load), mencegah kerusakan hati, dan memangkas risiko kanker secara drastis.
  • Pemantauan Rutin (Surveilans Kanker): Pasien Hepatitis B kronis wajib melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) perut dan cek penanda tumor Alpha-Fetoprotein (AFP) setiap 6 bulan sekali. Langkah ini krusial agar jika tumor muncul, dapat dideteksi dan diobati pada stadium yang sangat awal.
  • Jalani Gaya Hidup Ramah Hati: Hindari konsumsi alkohol, jaga berat badan ideal untuk mencegah perlemasan hati (fatty liver), dan jangan mengonsumsi makanan yang berjamur (seperti kacang tanah busuk yang mengandung toksin pemicu kanker hati).

Hepatitis B bukanlah vonis mati, melainkan sebuah peringatan untuk lebih peduli pada kesehatan tubuh. Kanker hati akibat virus ini tidak terjadi dalam satu malam, melainkan melalui proses panjang selama belasan hingga puluhan tahun. Dengan melakukan skrining dini, vaksinasi, serta pengobatan antivirus yang disiplin, Anda dapat memblokir jalan virus ini dan memastikan hati Anda tetap sehat terbebas dari kanker.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....