Yuk, Kenali Kanker Paru
- 16 Agt 2026 19:10 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID,Way Kanan:Banyak orang mengira kanker paru hanya menyerang perokok aktif. Faktanya, siapa saja bisa terkena penyakit ini, termasuk mereka yang tidak pernah merokok tetapi sering terpapar asap rokok orang lain (perokok pasif) atau polusi udara ekstrem.
Dikutip dari laman Kemenkes RI Gejala Kanker Paru yang Wajib Diwaspadai
Pada stadium awal, kanker paru kerap tidak menimbulkan gejala yang khas. Namun, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami tanda-tanda berikut:
- Batuk kronis: Batuk yang terus-menerus dan tidak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari 3 minggu.
- Batuk darah: Mengeluarkan darah atau lendir berwarna kemerahan saat batuk, meskipun jumlahnya sedikit.
- Sesak napas: Kesulitan bernapas atau napas terasa pendek secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.
- Nyeri dada: Rasa sakit di area dada, bahu, atau punggung yang semakin memburuk saat menarik napas dalam-dalam atau batuk.
- Suara serau: Perubahan suara menjadi serak yang berlangsung lama dan bukan disebabkan oleh radang tenggorokan biasa.
- Penurunan berat badan: Berat badan turun drastis secara tiba-tiba tanpa menjalani program diet.
Faktor Risiko Utama
Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru, antara lain:
- Merokok: Menjadi penyebab utama di lebih dari 80% kasus kanker paru.
- Perokok Pasif: Sering menghirup asap rokok dari orang-orang di sekitar Anda.
- Paparan Zat Kimia: Sering terpapar gas radon, asbes, arsenik, atau polusi udara dari kendaraan dan industri di tempat kerja.
- Faktor Genetik: Memiliki anggota keluarga kandung (orang tua atau saudara) yang memiliki riwayat kanker paru.
Langkah Nyata Pencegahan
Meskipun tidak semua kasus dapat dicegah, Anda bisa menurunkan risiko kanker paru secara signifikan dengan langkah-langkah berikut:
- Berhenti Merokok: Jauhi rokok konvensional maupun rokok elektrik (vape).
- Hindari Asap Rokok: Jangan ragu untuk menegur atau menjauh jika ada orang yang merokok di dekat Anda.
- Gunakan Masker: Selalu gunakan masker yang tepat (seperti masker standar medis atau N95) saat beraktivitas di area yang tinggi polusi atau tempat kerja yang rawan paparan zat kimia berbahaya.
- Rutin Berolahraga: Jaga kebugaran tubuh dan fungsi paru-paru dengan olahraga teratur minimal 150 menit per minggu.
- Konsumsi Makanan Sehat: Perbanyak porsi buah dan sayuran segar yang kaya akan antioksidan pelindung sel tubuh.
Jangan tunggu sampai gejala memburuk. Jika Anda termasuk dalam kelompok berisiko tinggi (misalnya berusia di atas 45 tahun dan perokok berat), lakukan pemeriksaan skrining paru berkala ke dokter spesialis paru untuk deteksi dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....