Berapa Jam Seharusnya Anak Tidur?
- 21 Jun 2026 21:39 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID,Way Kanan:Tidur bukan sekadar waktu istirahat bagi anak, melainkan fase krusial di mana hormon pertumbuhan dilepaskan, jaringan tubuh diperbaiki, dan memori otak anak dikonsolidasikan. Kurang tidur pada anak dapat memicu masalah konsentrasi, tantrum yang intens, hingga penurunan daya tahan tubuh.
Dikutip dari laman BKKBN kebutuhan tidur anak berubah seiring bertambahnya usia mereka. Berikut adalah panduan durasi tidur ideal anak dalam 24 jam (termasuk tidur siang) berdasarkan rekomendasi para ahli kesehatan anak:
Panduan Durasi Tidur Anak Berdasarkan Usia
- Bayi Baru Lahir (0–3 Bulan): 14–17 Jam
- Siklus tidur mereka belum teratur karena ukuran lambung yang kecil, sehingga mereka terbangun setiap beberapa jam untuk menyusu.
- Bayi (4–11 Bulan): 12–15 Jam
- Pada fase ini, bayi mulai bisa tidur lebih lama di malam hari dan biasanya membutuhkan 2–3 kali tidur siang.
- Balita / Toddler (1–2 Tahun): 11–14 Jam
- Waktu tidur siang mereka umumnya berkurang menjadi 1–2 kali sehari.
- Anak Usia Prasekolah (3–5 Tahun): 10–13 Jam
- Sebagian anak di usia ini mulai berhenti tidur siang, namun mereka membutuhkan waktu tidur malam yang lebih panjang dan berkualitas.
- Anak Usia Sekolah (6–13 Tahun): 9–11 Jam
- Aktivitas sekolah dan gawai sering kali memangkas waktu tidur mereka. Pastikan mereka tetap tidur cukup agar fokus belajar terjaga.
Tanda Anak Kurang Tidur yang Perlu Diwaspadai
Jika anak Anda tidur kurang dari durasi di atas, perhatikan apakah mereka menunjukkan gejala berikut:
- Sulit dibangunkan di pagi hari dan sering tertidur saat di kendaraan.
- Menjadi sangat rewel, mudah marah, atau tantrum di sore hari.
- Mengalami hiperaktivitas (sulit diam) di malam hari sebagai kompensasi tubuh yang kelelahan.
- Sulit fokus dan kerap melamun saat diajak berbicara.
Tips Membangun Kebiasaan Tidur yang Sehat (Sleep Hygiene)
- Tetapkan Jadwal Konsisten: Atur jam tidur dan jam bangun yang sama setiap hari, termasuk pada hari libur atau akhir pekan.
- Buat Ritual Sebelum Tidur: Lakukan aktivitas menenangkan 30 menit sebelum tidur, seperti mandi air hangat, menyikat gigi, membaca buku cerita, atau mendengarkan musik lembut.
- Matikan Gawai dan TV: Matikan semua layar gawai minimal 1 jam sebelum tidur. Pancaran sinar biru (blue light) dari layar dapat menghambat produksi hormon melatonin (hormon pemicu kantuk),
- Kondisikan Kamar yang Nyaman: Pastikan kamar tidur anak dalam kondisi redup atau gelap, sejuk, dan tenang agar tidur mereka lebih nyenyak tanpa gangguan.
Memenuhi kebutuhan tidur anak adalah investasi besar bagi kesehatan fisik, mental, dan kecerdasan mereka di masa depan. Mulailah mendisiplinkan jam tidur anak sejak dini demi tumbuh kembang yang optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....